Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Jadi Kampus Inklusif, Pendidikan Terbuka bagi Seluruh Anak Bangsa

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:45 WIB
MEMBANGGAKAN: Rektor UTM Prof. Safi menyerahkan penghargaan kepada Wiwik Aldewiyeh, mahasiswa berprestasi.
MEMBANGGAKAN: Rektor UTM Prof. Safi menyerahkan penghargaan kepada Wiwik Aldewiyeh, mahasiswa berprestasi.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda ke-40 untuk program diploma, sarjana, dan magister. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan RP Moch. Noer pada Sabtu (6/12).

Sebanyak 930 wisudawan dikukuhkan pada kesempatan tersebut. Dua di antaranya merupakan mahasiswa penyandang disabilitas yang berhasil meraih gelar sarjana dan magister.

Rektor UTM Prof. Safi’ menyampaikan bahwa selain berupaya menjadikan UTM sebagai kampus unggul, tangguh, dan mandiri, dia juga berkomitmen menjadikannya sebagai kampus inklusif yang terbuka bagi seluruh anak bangsa.

"Kami berkomitmen menjadikan UTM kampus inklusif, kampus yang terbuka bagi seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Photo
Photo

Saat ini tercatat ada 32 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan di UTM. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu kampus negeri di Pulau Madura itu benar-benar terbuka untuk siapa pun.

"Pak Muarah, seorang penyandang disabilitas, diwisuda sebagai magister hukum hari ini. Ini harus menjadi inspirasi bagi kalian semua yang lebih beruntung,” imbuhnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum tersebut menambahkan, seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dapat menuntaskan studi dengan baik. Maka mahasiswa yang tidak memiliki keterbatasan seharusnya mampu lebih bersungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita.

SIMBOLIS: Rektor UTM Prof. Safi memindahkan tali toga Muarah, mahasiswa magister hukum penyandang disabilitas.
SIMBOLIS: Rektor UTM Prof. Safi memindahkan tali toga Muarah, mahasiswa magister hukum penyandang disabilitas.

"Keterbatasan fisik, ekonomi, dan sebagainya tidak menjadi penghalang untuk sukses dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Dia berpesan kepada para wisudawan bahwa ada dua hal penting yang harus dijadikan pegangan setelah terjun ke masyarakat. Pertama, never give up, jangan pernah berputus asa.

Kedua, never stop doing good, jangan berhenti berbuat baik, baik secara vertikal kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun secara horizontal kepada sesama.

Baca Juga: Menjelang Libur Sekolah, Inilah Tempat Wisata Anak Paling Seru di Bogor yang Bikin Betah Seharian, Nomor Akhir Jadi Buruan Keluarga Muda

"Ketika gagal, bangkitlah kembali hingga meraih kesuksesan seperti yang kalian cita-citakan. Sebab, gagal bukan berarti berhenti, melainkan keberhasilan yang tertunda,” pesannya.

Di hadapan ratusan wisudawan, Safi’ meyakini bahwa kebaikan akan membukakan jalan menuju kesuksesan. Dia mengingatkan agar para wisudawan tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena hal itu akan membentuk pribadi yang unggul, tangguh, dan mandiri.

TELADAN: Rektor UTM Prof. Safi menyerahkan penghargaan kepada Nuriyah, mahasiswa berprestasi akademik.
TELADAN: Rektor UTM Prof. Safi menyerahkan penghargaan kepada Nuriyah, mahasiswa berprestasi akademik.

"Hal tersebut sejalan dengan visi UTM untuk melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah berbasis potensi lokal,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa wisuda bukanlah tanda berakhirnya proses belajar. Belajar harus terus berlanjut tanpa batas waktu dan tempat. Siapa pun yang dijumpai dapat menjadi guru, dan setiap tempat dapat menjadi sekolah.

"Dari siapa pun dan di mana pun, kita dapat mengambil pelajaran untuk meningkatkan kualitas diri dalam menjalani proses kehidupan,” tutupnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#utm #kampus inklusif #sarjana #diploma #Magister #never stop doing good #pendidikan #anak bangsa #never give up #wisudawan #menuntaskan studi #Disabilitas #wisuda #rapat senat terbuka