BANGKALAN, RadarMadura.id - Program MBKM pengabdian dari dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggandeng UMKM sablon BOVE di Jl. Pemuda Kaffa No.141, Junok, Tunjung, Burneh, Bangkalan.
Kegiatan yang berlangsung Juli hingga September 2025 ini fokus pada pendampingan manajemen produksi, pemasaran, dan legalitas usaha.
UMKM BOVE bergerak di bidang sablon kaos dan berdiri pada Agustus 2024 dengan pemasaran aktif sejak November 2024. Produk utamanya adalah kaos modern yang memadukan desain kekinian dengan motif batik khas Jawa Timur.
Sebelumnya, BOVE bergantung pada jasa sablon pihak ketiga sehingga biaya produksi lebih tinggi dan waktu pengerjaan tidak fleksibel. Ketergantungan tersebut menjadi hambatan bagi pengembangan usaha dan peningkatan kapasitas produksi.
Melalui program MBKM pengabdian ini, tim dosen dan mahasiswa membantu BOVE memperoleh pelatihan serta fasilitas alat sablon. Dukungan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan produksi internal agar BOVE dapat bekerja lebih efisien.
Baca Juga: BEM UTM dan Kamura Rumuskan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura
Alat sablon yang diberikan berupa mesin sablon press yang memiliki fleksibilitas untuk berbagai desain dan bahan. Alat ini juga mudah dioperasikan sehingga mendukung peningkatan kualitas dan kecepatan produksi.
Selain penyerahan alat, tim MBKM juga memberikan pelatihan penggunaan mesin sablon press kepada tim produksi BOVE. Pelatihan tersebut digelar di workshop BOVE pada 5 Oktober 2025.
Pelatihan dilakukan agar pelaku usaha dapat mengoperasikan alat secara maksimal dan menghasilkan produk dengan standar lebih baik. Tim produksi BOVE mengikuti setiap tahapan pelatihan untuk memastikan pemahaman yang optimal.
Dengan kehadiran alat baru ini, BOVE diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian produksi. Perubahan ini juga diproyeksikan menekan biaya produksi serta memperpendek waktu pengerjaan.
Program MBKM pengabdian menjadi jembatan kolaborasi antara akademisi dan pelaku UMKM di daerah. Sinergi ini memperkuat ekosistem usaha kecil agar semakin kompetitif dan berkontribusi pada ekonomi lokal.
Baca Juga: UTM Launching Prodi Teknologi Pangan, Wujud Nyata Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
Harapannya, model pendampingan seperti ini dapat terus diperluas untuk membuka peluang inovasi bagi UMKM lainnya. Kolaborasi berkelanjutan diyakini mampu menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan berdaya saing. (*/dry)
Editor : Hendriyanto