Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Abadikan Nama Syaikhona Kholil dan Gus Dur

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 12 November 2025 | 11:27 WIB
DIABADIKAN: Rektor UTM Prof Safi’ bersama zuriah Bani Kholil Bangkalan saat meresmikan Aula Syaikhona Muhammad Kholil pada 2023. (UTM UNTUK JPRM)
DIABADIKAN: Rektor UTM Prof Safi’ bersama zuriah Bani Kholil Bangkalan saat meresmikan Aula Syaikhona Muhammad Kholil pada 2023. (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengabadikan nama dua tokoh ulama besar yang baru saja dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (10/11). Mereka adalah Syaikhona Muhammad Kholil dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rektor UTM Prof Safi’ menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi atas penganugerahan gelar pahlawan nasional tersebut. Menurut dia, dua ulama karismatik itu memang layak menyandang gelar tersebut karena jasa dan dedikasinya yang besar bagi bangsa Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan, nama Syaikhona Muhammad Kholil diabadikan untuk musala dan aula Gedung Rektorat UTM. Sedangkan nama Gus Dur dijadikan nama masjid kampus.

”Rasa bangga kami terhadap dua tokoh yang telah dianugerahi sebagai pahlawan nasional sangat besar,” ujar Prof Safi’ Selasa (11/11).

Rektor yang menghabiskan masa remaja di pondok pesantren itu menambahkan, UTM memiliki ikatan khusus dengan Gus Dur. Sebab, berdirinya UTM sebagai perguruan tinggi negeri merupakan jasa besar presiden ke-4 RI tersebut.

”Sehari sebelum lengser, Gus Dur mengubah status Universitas Bangkalan (Unibang) menjadi Universitas Trunojoyo Madura. Berkat beliau, Madura memiliki universitas negeri,” paparnya.

Sementara itu, penyematan nama Syaikhona Muhammad Kholil juga menjadi bentuk penghormatan UTM terhadap sosok ulama asal Bangkalan. Syaikhona Muhammad Kholil dikenal sebagai guru bangsa.

”Beliau telah melahirkan banyak tokoh nasional dan ulama besar yang berkontribusi dalam perjuangan dan pengisian kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.

Prof Safi’ menegaskan, pengabadian nama dua tokoh besar itu menjadi simbol teladan dan inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UTM. ”Kami ingin semangat perjuangan dan keikhlasan dua ulama tersebut hidup di lingkungan kampus,” tandasnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#utm #penghormatan #Syaikhona Kholil #nama #Ulama Besar #mengabadikan #gus dur #ulama karismatik #tokoh besar #pahlawan nasional