Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Siapkan Generasi Penyelamat Tangguh dan Mandiri

Hendriyanto • Senin, 10 November 2025 | 01:12 WIB

PEDULI LINGKUNGAN: Puluhan peserta Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1 berfoto bersama seusai mengikuti kegiatan.
PEDULI LINGKUNGAN: Puluhan peserta Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1 berfoto bersama seusai mengikuti kegiatan.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1.

Kegiatan yang mengusung tema “Challenge the Height, Strengthen the Bone” ini menjadi simbol sinergi antara ilmu pengetahuan, kemanusiaan, dan ketangguhan karakter.

Pelatihan digelar pada 7–9 November dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pembina Taufani Sagita, Dewan Perintis Subhan Fajar Sidik, Dewan Pembina dan Penasehat serta Pertimbangan Organisasi (DP2O) Abraham Firmansyah yang mewakili Yudhi Lesmana, Damanhuri selaku perwakilan alumni MPA GHUBATRAS, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan KM-UTM.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun komunitas pecinta alam yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

Baca Juga: UTM Canangkan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, Siap Berkolaborasi dengan Pemkab Bangkalan

Penyelenggara menghadirkan para profesional dan pegiat kemanusiaan dari berbagai daerah di Tanah Air, antara lain Teddy Ixdiana, Data Pela, Adrian Daely, dan Kamia Rahayu. Mereka menjadi motor penggerak utama sekaligus instruktur yang memberikan materi secara komprehensif, baik teori maupun praktik.

Para instruktur tersebut membagikan wawasan mendalam tentang teknik penyelamatan di medan vertikal, manajemen risiko lapangan, serta pentingnya kerja sama tim dalam setiap operasi penyelamatan.

“Pelatihan ini bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang mentalitas dan kepedulian sosial. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tindakan penyelamatan adalah wujud cinta terhadap sesama,” ujar Data Pela dalam sesi pembukaan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Vertical Rescue Indonesia berawal dari upaya memperkenalkan olahraga panjat tebing melalui berbagai program, salah satunya “Seribu Jalur Panjat Tebing Indonesia”. Seiring waktu, organisasi ini berkembang menjadi lembaga yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan karena sifatnya yang tidak berorientasi pada laba.

Baca Juga: Lewat Agrinex Expo 2025, BNI Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Agribisnis Nasional

Sementara itu, Teddy Ixdiana juga menggagas berbagai inisiatif sosial, di antaranya pembangunan jembatan gantung di berbagai daerah. Tak hanya itu, Vertical Rescue Indonesia juga memiliki program Sekolah Vertical Rescue, yang bertujuan memasyarakatkan kegiatan penyelamatan vertikal sekaligus memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam misi kemanusiaan.

Selain itu, terdapat pula Sekolah Panjat Tebing Merah Putih yang memiliki visi serupa, yakni menumbuhkan semangat nasionalisme melalui kegiatan kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Salah satu peserta Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1, Almuhlisin dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti kegiatan tersebut. Almuhlisin merupakan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) yang sehari-hari bertugas dalam penanganan darurat kebencanaan di wilayah Sampang.

Baca Juga: Gelar Literasi Keuangan, Bank Neo Commerce Gandeng UTM, Ajak Mahasiswa Waspada terhadap Penipuan Digital

Dia mengatakan, tujuan mengikuti kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi serta memperoleh pengetahuan baru yang dapat menunjang tugasnya di BPBD.

“Tujuan saya mengikuti kegiatan ini tentu untuk mendapatkan ilmu baru yang berguna bagi pekerjaan di BPBD Sampang,” ujarnya. (za/dry)

Editor : Hendriyanto
#utm #kemanusiaan #universitas trunojoyo madura #sekolah alam