Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hadiri Festival Mangrove VIII, Gubernur Khofifah Tanam Mangrove dan Lepas Burung Air

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 4 November 2025 | 15:01 WIB

 

JAGA LINGKUNGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menanam pohon mangrove di pantai Desa Martajasah, Bangkalan, Senin (3/11). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
JAGA LINGKUNGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menanam pohon mangrove di pantai Desa Martajasah, Bangkalan, Senin (3/11). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Bangkalan Senin (3/11). Kunjungan orang nomor satu di Pemprov Jatim itu untuk menghadiri Festival Mangrove VIII dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Provinsi Jatim. Festival mangrove yang digelar di pantai Desa Martajasah itu dihadiri Kaka Slank dan komunitas scooter.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Festival Mangrove VIII tersebut merupakan hasil sinergi dengan sejumlah pihak. Salah satunya musisi Kaka Slank dan beberapa stakeholder terkait.

”Sinergisitas semakin meluas. Buktinya, musisi terkenal Kaka Slank ikut bergabung,” katanya.

Khofifah menilai, kepedulian terhadap ekosistem mangrove dan lingkungan semakin meningkat. Apalagi, di festival kali ini tidak hanya melakukan penanaman pohon. Tapi, juga pelepasan burung dan kepiting.

”Bibit pohon mangrove yang ditanam disesuaikan dengan luas area,” imbuhnya.

Khofifah berpendapat, kehadiran Kaka Slank dalam event tersebut diharapkan menjadi penguat dan penyemangat bagi warga untuk terus menjaga lingkungan. Tidak hanya pada momentum acara saja, namun diharapkan bisa terus berlanjut hingga masa mendatang.

”Luas lahan mangrove di Jatim sudah 51 persen, ini berkat support dari semua elemen masyarakat,” katanya.

Ditambahkan, pohon mangrove memang menjadi salah satu jenis yan banyak ditanam. Sebab, dapat menyerap karbondioksida hingga empat sampai lima kali lipat. Artinya, kekuatan pohon tersebut lebih signifikan dibanding jenis pohon lainnya.

”Ada juga cemara udang yang juga cocok ditanam di kawasan pesisir. Nanti juga akan kami tanam,” janjinya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#komunitas scooter #gubernur jatim #penanaman pohon #pohon mangrove #kaka slank #Festival Mangrove VIII