Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penerima Program BMU Belum Ditetapkan, Anggaran Rp 4,2 Miliar Tak Terserap

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:47 WIB

 

KREATIF: Darmayanti, pelaku IKM batik asal Tanjungbumi Bangkalan mengikuti pemeran produk di Gedung Serbaguna Rato Ebuh Bangkalan, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
KREATIF: Darmayanti, pelaku IKM batik asal Tanjungbumi Bangkalan mengikuti pemeran produk di Gedung Serbaguna Rato Ebuh Bangkalan, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Verifikasi dan validasi (verval) pendaftaran penerima bantuan modal usaha (BMU) di Bangkalan sudah dilakukan. Namun, penerima bantuan untuk pelaku industri kecil menengah (IKM) tersebut belum ditentukan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana menyatakan, pelaku IKM yang mendaftar untuk menjadi penerima BMU 394 orang. Namun, 30 pendaftar tidak lolos administrasi.

"Yang kami verifikasi ada 364 calon penerima dan sudah dilakukan," kata ujarnya.

Pihaknya belum bisa merinci berapa jumlah IKM yang dinyatakan layak menerima BMU berdasar hasil verifikasi yang dilakukan. Namun yang jelas bantuan tersebut akan disalurkan kepada pelaku IKM yang layak. Anggaran yang digelontorkan Rp 4,2 miliar.

"Verifikasi untuk menjamin ketepatan penerima dan akutabilitas proses bantuan BMU. Begitu kami survei, IKM tidak bisa menunjukkan aktivitas usaha, kami coret," tegasnya.

INOVATIF: Saniyah, pelaku IKM mengikuti pemeran produk di Gedung Serbaguna Rato Ebuh Bangkalan, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
INOVATIF: Saniyah, pelaku IKM mengikuti pemeran produk di Gedung Serbaguna Rato Ebuh Bangkalan, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

Pihaknya menargetkan BMU tersalurkan awal September mendatang. Sebab, seluruh proses verval sudah rampung. Kini tinggal penetapan dan penyerahan kepada yang berhak.

"Sudah 98 persen. Proses ini harus benar-benar clean and clear, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari," ujarnya. 

Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki mendorong supaya BMU dilakukan secara terbuka dan tepat sasaran. Mengingat program ini sangat penting untuk mendukung pelaku IKM dalam mengembangkan usahanya. 

"Setelah disalurkan harus ada pendampingan secara berkala dari dinas terkait. Sehingga, perkembangan usaha para penerima bisa terpantau. Meningkat atau tidak hasil produksinya," pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pelaku industri #BMU #bantuan modal usaha #Disperinaker Bangkalan #ikm