BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) kembali mengidentifikasi dua santri yang menjadi korban tragedi runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Minggu (12/10). Dua jenazah tersebut diketahui santri asal Bangkalan.
Dua santri itu bernama Ach. Fadil Alfatih, warga Sendang Dajah, Kecamatan Labang; dan Syamsul Arifin, warga Desa Tlagah, Kecamatan Galis.
Janazah keduanya langsung diserahkan kepada masing-masing keluarga pada Minggu (12/10) malam.
Untuk Bangkalan, sampai hari ini sudah ada 15 jenazah, kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan M. Zainul Qomar.
Dia menyebut dua santri yang baru teridentifikasi tersebut sudah dimakamkan. Almarhum Syamsul Arifin langsung dikebumikan di hari yang sama.
Sementara jenazah Ach. Fadil Alfatih baru dikebumikan kemarin.
Sementara itu, jumlah santri asal Bangkalan yang belum teridentifikasi ada dua orang.
Yaitu, Raihan Rafa Aldiansyah, warga Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger; dan Moh. Solihan, warga Desa Alas Rajah, Kecamatan Blega.
Keponakan Bapak Bupati (Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Red) belum teridentifikasi, terangnya.
Qomar mengaku, BPBD Bangkalan terus berkoordinasi untuk meng-update informasi hasil identifikasi terbaru.
Selain itu, menyediakan kendaraan pengawalan saat pengantaran jenazah ke rumah duka.
Kami juga berkoordinasi dengan keluarga korban, pemerintah desa, dan kecamatan.
Kami terus memantau perkembangan agar proses pemulangan berjalan lancar, pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri