Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Komitmen Ciptakan Budaya Anti Kekerasan, Kemendiktisaintek Apresiasi MoU dengan Sejumlah OPD

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:08 WIB
KERJA SAMA: UTM teken MoU sebagai bentuk komitmen ciptakan lingkungan kampus tanpa kekerasan di Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Bangkalan, Rabu (8/10). (UTM UNTUK JPRM)
KERJA SAMA: UTM teken MoU sebagai bentuk komitmen ciptakan lingkungan kampus tanpa kekerasan di Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Bangkalan, Rabu (8/10). (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Di antaranya dengan menggelar workshop Sahabat Trunojoyo dengan tajuk Bersama Jaga Diri, Lindungi, dan Ciptakan Budaya Anti Kekerasan, Rabu (8/10).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lantai 10 Graha Utama ini dihadiri langsung Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Dr Chatarina Muliana Girsang, S.H., S.E., M.H. Di samping itu, turut hadir Ana Abdillah selaku Ketua Women’s Crisis Center Jombang dan Kepala Dinas KBPPPA Bangkalan Sudiyo hadir sebagai pemateri.

Rektor UTM Prof Safi’ mengatakan, langkah ini bagian dari ikhtiar untuk memperkuat ekosistem anti kekerasan di lingkungan kampus. Sinergi semua pihak penting dalam rangka membangun komitmen agar ekosistem kehidupan kampus dan masyarakat pada umumnya bersih dan terhindar dari kekerasan.

Komitmen itu dibuktikan dengan melakukan memorandum of understanding (MoU) antara UTM dengan pemerintah daerah yang diwakili Dinas KBPPPA dan Dinas Pendidikan Bangkalan. Bagi Safi’, langkah ini untuk membangun ekosistem anti kekerasan sejak dini.

”Kalau sudah terbiasa dengan sistem budaya anti kekerasan sejak dini, insyaallah akan terbawa pada saat menempuh pendidikan tinggi,” katanya.

KOMITMEN: Seluruh peserta workshop Sahabat Trunojoyo berfoto bersama Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek Chatarina Muliana Girsang di di Lantai 10 Graha Utama UTM, Rabu (8/10). (UTM UNTUK JPRM)
KOMITMEN: Seluruh peserta workshop Sahabat Trunojoyo berfoto bersama Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek Chatarina Muliana Girsang di di Lantai 10 Graha Utama UTM, Rabu (8/10). (UTM UNTUK JPRM)

Chatarina Girsang sangat mengapresiasi inovasi UTM yang melibatkan pemerintah daerah dan perwakilan siswa dari sekolah yang ada di Kota Salak dalam momentum tersebut. Menurutnya, hal ini bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran dalam membangun sinergi untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.

Dia mengingatkan, kampus harus menjadi tempat paling kondusif dalam pengembangan ilmu dan karakter, bukan tempat yang menimbulkan trauma dan ketakutan. Karena itu, masyarakat kampus harus menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk diskriminasi dan perundungan, baik bersifat fisik maupun psikis.

”Kampus adalah satu-satunya lembaga pendidikan terakhir dalam melahirkan SDM yang unggul,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#utm #Kemendiktisaintek #Anti Kekerasan #workshop