Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puluhan Perusahaan Rokok Belum Beroperasi

Amin Basiri • Senin, 6 Oktober 2025 | 19:32 WIB
DAUN EMAS: Petani di Desa Larangan Glintong, Kecamatan Klampis, mengecek hama ulat di pertanian tembakau miliknya, Sabtu (4/10).
DAUN EMAS: Petani di Desa Larangan Glintong, Kecamatan Klampis, mengecek hama ulat di pertanian tembakau miliknya, Sabtu (4/10).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Keberadaan perusahaan rokok di Kabupaten Bangkalan makin menjamur.

Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan mencatat ada puluhan perusahaan rokok (PR) di Kota Salak saat ini

Kepala Disperinaker Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengeklaim, jumlah PR yang memiliki nomor induk berusaha (NIB) sebanyak 26 perusahaan. Namun, baru ada lima perusahaan yang sudah melakukan produksi.

”Yang baru memiliki NIB, harus, mendaftarkan merknya dulu ke provinsi. Kami bantu, fungsi kami memberikan rekomendasi, kalau ada rekom biayanya lebih murah,” kata Jemmi kemarin.

Lima perusahaan rokok yang sudah beroperasi diantaranya, PR Cahaya Srikandi, PR Mustika Madu Raya, PT Nuriz Zaman Sejahtera, PR Suwono Jaya, dan PR Trisula. Kelimanya tersebar di Kecamatan Galis dan Blega.

”Benar-benar mulai menggeliat industri pengolahan hasil tembakau di Bangkalan,” terangnya. 

Pria berbadan tegap itu menyebut, hadirnya perusahaan rokok di Bangkalan menjadi peluang besar untuk penyerapan lapangan pekerjaan. Sebab mayoritas perusahaan yang beroperasi manual atau tidak menggunakan mesin.

Dengan begitu apabila semua PR beroperasi bisa mengurangi angka pengangguran. Meskipun perusahan-perusahan tersebut tergolong peruhasaan lokal yang tidak begitu banyak menyerap lapangan pekerjaan.

”Kami juga ada pelatihan ngelinting rokok sejak 2023. Kami fasilitasi, sehingga nanti kehadiran PR itu benar-benar menyerap maksimal tenaga kerja masyarakat lokal karena sudah punya skil,” tegasnya. 

Petani tembakau asal Tanjungbumi, H. Jono menyebut, pemerintah sudah saatnya berpikir berkenaan dengan adanya gudang pembelian hasil panen tembakau di Bangkalan. Sehingga para petani tidak harus menjual ke wilayah timur pulau garam.

”Perusahaan rokoknya di Bangkalan sudah ada, mereka dapat bahan dari mana? Harusnya ini juga dibaca oleh pemerintah. Sehingga petani tidak jadi korban. Gudang harus ada di Bangkalan,” pungkasnya. (lil/jup) 

Editor : Amin Basiri