Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Doa Santri Ponpes Ibnu Cholil Bangkalan untuk Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Yakin Santri yang Meninggal Adalah Para Syuhada

Hera Marylia Damayanti • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:44 WIB
KHUSYUK: Ratusan santri Ponpes Ibnu Cholil Bangkalan melaksanakan salat gaib untuk para korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
KHUSYUK: Ratusan santri Ponpes Ibnu Cholil Bangkalan melaksanakan salat gaib untuk para korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Bacaan istighotsah terdengar dari area masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnu Cholil Jalan Halim Perdanakusuma, Bangkalan, Jumat (3/10). Ratusan santri tampak berbaris meluruskan saf di dalam masjid bersiap melaksanakan salat Magrib. 

Setelah itu, mereka berdiri lagi karena akan melaksanakan salat gaib untuk para korban ambruknya musala di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Salat gaib dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Ibnu Cholil KH Imam Buchori yang dilanjutkan dengan doa bersama. Bacaan zikir dan doa-doa terus dipanjatkan yang ditujukan kepada para korban.

”Kami ikut berduka yang sangat mendalam dan ikut berempati atas musibah ini,” ujar pengasuh yang akrab disapa Ra imam itu.

Dia meyakini, para santri yang menjadi korban musala ambruk di Ponpes Al Khoziny itu tergolong syuhada. Sebab, mereka dipanggil oleh Allah SWT pada saat melaksanakan kewajiban sebagai umat Islam, yakni dalam keadaan salat dan menuntut ilmu.

”Kami yakin para santri yang meninggal adalah para syuhada, mereka dipanggil dalam keadaan salat dan menuntut ilmu,” ucapnya.

Ra Imam meyakini ada hikmah di balik musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny. Dia mendoakan santri yang menjadi korban mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Menurutnya, mereka merupakan para pejuang agama Allah SWT.

”Yakinlah pasti ada hikmah di balik semua ini, dan yakinlah Ponpes Al Khoziny akan diangkat derajatnya oleh Allah,” sambungnya.

Di tengah situasi yang masih berkabung, proses evakuasi belum rampung. Ra Imam juga mengajak masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT. Dia mengimbau agar masyarakat saling mendoakan dan menghindari komentar negatif tentang musibah tersebut karena akan memperkeruh suasana.

”Para netizen ini berkomentar negatif karena tidak memahami kondisi pesantren,” ungkapnya

Menurutnya, tidak ada yang menginginkan musibah itu terjadi. ”Ini adalah musibah, bukan karena disengaja,” tukasnya. (*/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#musibah #pejuang agama #insiden #Syuhada #salat gaib #sidoarjo #Ponpes Al Khoziny #Musala Ambruk #ratusan santri #doa bersama #Ponpes Ibnu Cholil