BANGKALAN, RadarMadura.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bangkalan bertekad untuk terus mendukung pemerintahan Bupati Lukman Hakim dan wakilnya, Moch. Fauzan Ja’far. Komitmen tersebut disampaikan langsung Ketua DPC PKB Bangkalan Syafiuddin.
”Kita mem-back-up sepenuhnya. Kami berharap bupati tetap pro terhadap rakyat sesuai dengan visi dan misinya,” ujarnya.
Tetapi, PKB tidak segan memberikan masukan konstruktif untuk bupati dan Wabup Bangkalan jika kebijakannya melenceng dari visi dan misi yang telah disusun.
”Tetapi, sampai saat ini kami melihat bupati dan Wabup masih bagus, still on the track dengan visi dan misinya. Maka, kami tetap akan mendukung pemerintahan Lukman-Fauzan hingga akhir masa jabatan,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, Pemkab Bangkalan di bawah kepemimpinan Lukman dan Fauzan menyambut positif rencana strategis pemerintah pusat tentang Madura. Khususnya yang langsung dengan Kabupaten Bangkalan.
Percepatan pembangunan Kabupaten Bangkalan membutuhkan intervensi dari pemerintah pusat. Sebab, dengan kemampuan fiskal yang sangat terbatas, pemkab kesulitan mengurai berbagai problem yang selama ini terjadi di Kota Salak. ”Seperti infrastruktur dan lain sebagainya,” sambung Syafi.
Karena itu, politikus senayan tersebut menghadirkan koleganya di Komisi V DPR RI untuk melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kabupaten Bangkalan, Kamis (25/7). Kunker itu dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda.
Ada beberapa lokasi yang didatangi dalam kunker spesifik tersebut. Antara lain, rest area Suramadu, bangunan terminal tipe A yang sudah lama terbengkalai di Desa Masaran, Kecamatan Tragah.
Syafi menambahkan, pihaknya saat ini tengah berjuang untuk mendorong pemerintah pusat agar menjadikan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jika itu terwujud, maka pembangunan di Pulau Garam bisa semakin pesat.
”Karena akan ada intervensi dari pemerintah pusat. Investasi juga akan banyak yang masuk ke Bangkalan. Kalau Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai KEK, kenapa Madura tidak bisa,” sambungnya.
Ada beberapa alasan mengapa Madura layak menjadi KEK. Madura juga dikenal sebagai penghasil garam dengan kualitas terbaik di Indonesia bahkan dunia. Selain itu, dikenal sebagai penghasil tembaku yang menjadi sumber pendapatan daerah dari banyak sektor. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti