BANGKALAN, RadarMadura.id – Temuan ulat di menu makan bergizi gratis (MBG) direspons cepat. Satuan tugas (satgas) pengawasan memanggil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) JK Resto Bumianyar. Apalagi, temuan ulat diduga bukan hanya sekali.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), temuan ulat di menu MBG diduga terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama, pada Jumat (19/9) di SDN Peseseh 1. Lalu, Selasa (23/9), MBG di SDN Bumianyar 1.
Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far sangat menyayangkan temuan ulat dan belatung pada menu MBG tersebut. Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo itu akan menjadi perhatian khusus satgas pengawasan MBG Bangkalan. Tujuannya, agar menu yang disajikan sesuai.
”Kami sangat menyayangkan menu MBG yang diberikan kepada anak didik kami ada ulatnya,” tuturnya.
Ketua Satgas Pengawasan MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada SPPG JK Resto Bumianyar Selasa (23/9). Berdasarkan penelusuran, terindikasi karena ada lalat yang hinggap dan langsung bertelur.
Bambang menyebutkan, temuan ulat pada menu MBG yang sudah didistribusikan kepada siswa itu diduga berasal dari sayur. Dia menduga proses pencucian sayuran kurang bersih.
”Beruntung makanan tersebut belum sempat dikonsumsi, baru dibuka ternyata ketahuan ada ulatnya,” tambahnya.
Ke depan pihaknya harus lebih hati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pekan depan, tim Satgas Bangkalan akan melakukan pembinaan kepada semua kepala SPPG, ahli gizi, dan juga pengawas di 16 dapur yang ada di Kota Salak.
”Kami akan melakukan pembinaan kepada semua kepala SPPG se-Bangkalan,” paparnya.
Kepala SPPG JK Resto Bumianyar As’ariadi mengeklaim sudah melaksanakan petunjuk teknis (juknis) pengoperasian dapur MBG. Mulai dari pengecekan bahan baku, proses pemasakan, hingga pengemasan. Sebelum dimasak, sayuran sudah direndam dengan air garam sesuai juknis.
”Mungkin memang keteledoran dari kita hingga ada ulat yang ditemukan di menu makanan,” katanya.
Atas kejadian itu, JK Resto Bumianyar berjanji untuk memperbaiki pelayanan ke depan. Terkait tudingan bahwa ada dua temuan, dia langsung membantah. Menurutnya, hanya ada satu porsi makanan yang ditemukan ada ulatnya. Pihaknya juga sudah menarik menu MBG tak layak konsumsi itu.
”Saat sekolah menghubungi, kami langsung ke lokasi untuk menarik makanan, dan meminta maaf,” ucapnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti