BANGKALAN, RadarMadura.id – Seleksi karapan sapi tingkat kabupaten di empat kabupaten di Madura tuntas. Para jawara dari masing-masing kabupaten kini bersiap tampil ke ajang puncak, yakni Grand Final Karapan Sapi Piala Presiden 2025.
Kejuaraan bergengsi tingkat nasional itu dijadwalkan berlangsung Minggu (19/10) di Stadion Karapan Sapi (Skep) RP Moch. Noer Bangkalan. Terdapat 24 pasang sapi yang akan tampil di ajang bergengsi tersebut. Tiap kabupaten mengirim enam pasang sapi.
Ketua Umum Paguyuban Karapan Sapi se-Madura (Pakar Sakera) Moh. Tohir menjelaskan, seleksi karapan sapi dimulai dari tingkat kecamatan. Enam pasang terbaik dipilih untuk bertarung di tingkat kabupaten. Hanya para pemenang yang berhak mengantongi tiket menuju piala presiden.
Pada gelaran Piala Presiden 2025 akan tampil 24 pasang sapi karapan terbaik dari empat kabupaten di Madura. Masing-masing enam pasang dari tiap deaerah yang terbagi dalam dua kategori. Yaitu, tiga pasang dari golongan atas dan tiga pasang lainnya dari golongan bawah (lihat grafis).
”Dipilih enam terbaik, tiga dari golongan atas dan tiga golongan bawah, untuk piala keresidenan,” kata Ketum Pakar Sakera Tohir.
Dia menaruh harapan besar gelaran Karapan Sapi Piala Presiden tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu, dia meminta dukungan dari semua pihak, mulai dari pengerap hingga penonton untuk sama-sama saling menjaga. Sebab, karapan ini salah satu identitas dan tontonan kearifan lokal yang dimiliki Madura.
”Karena ini budaya, ya harus terus kita lestarikan, pelihara terus sehingga kegiatan karapan sapi ini lebih maju dan tidak hilang tergerus zaman,” tegasnya.
Kabid Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominant membenarkan bahwa pelaksanaan Karapan Sapi Piala Presiden 2025 yang ditempatkan di Skep Moch. Noer Bangkalan merupakan hasil verifikasi yang melibatkan lintas sektor. Meliputi Pakar Sakera, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan hingga perwakilan dari empat kabupaten.
”Kalau sesuai jadwal, yang menjadi tuan rumah Kabupaten Sumenep. Cuma dari hasil rapat dan FGD bersama, tempatnya dipindahkan ke Bangkalan. Tapi, tuan rumah tetap Sumenep,” kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Bangkalan Hendra Gemma Dominant.
Dia mengatakan, sudah empat tahun terakhir Skep RP Moch. Noer Bangkalan selalu dipilih menjadi tempat pelaksanaan kejuaraan karapan sapi tingkat nasional tersebut. Karena untuk saat ini, hanya Skep Moch. Noer Bangkalan yang dinilai representatif. Mulai dari luasan arena hingga sarana dan prasarana (sarpras) pendukung lainnya.
”Kami sudah laporan ke bupati, Wabup, dan Sekda. Kami juga menyambut baik keputusan ini dan sudah melakukan rehab beberapa fasilitas lapangan, seperti panggung juri dan toilet,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti