BANGKALAN, RadarMadura.id – Nasib malang menimpa dua kakak beradik, yaitu Dilara, 10, dan Kinara, 5. Warga Desa Bunajih, Kecamatan Labang, Bangkalan, itu meregang nyawa setelah tertimpa tumpukan bangunan yang roboh akibat tertabrak truk yang gagal nanjak Selasa (23/9) sekitar pukul 01.00 dini hari.
Saat kejadian, kedua anak di bawah umur itu tengah tidur pulas di kamarnya. Kebetulan rumah keduanya berada di pinggir jalan. Tiba-tiba terjadi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal. Truk nopol M 8620 UH yang bermuatan pasir gagal nanjak dan menimpa rumah yang ada di pinggir jalan.
”Setelah gagal menanjak di tikungan, dump truck itu mundur dan kehilangan kendali. Kemudian, oleng dan menimpa bangunan rumah yang ada pinggir jalan,” ujar Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama.
Dump truck tersebut dikemudikan Adim, 50, warga Kecamatan Socah, Bangkalan. Dia berangkat dari Pasuruan dan akan mengantarkan pasir ke Desa Bunajih, Kecamatan Labang. Namun, sebelum sampai di tempat tujuan terjadi kecelakaan.
Agung menyatakan, kedua korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), belum sempat dilarikan ke rumah sakit. Selain mengakibatkan dua nyawa hilang, peristiwa itu mengakibatkan kerugian materiel ditaksir mencapai Rp 11 juta.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi. Tujuannya, untuk memastikan penyebab laka. Belum ada tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut.
Jika terbukti ada kelalaian, terancam Pasal 310 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur pidana bagi pengemudi kendaraan bermotor yang kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Ancaman pidana penjara paling lama enam bulan atau denda Rp 1 juta.
Kades Bunajih Syamsul Arifin membenarkan perisitiwa tersebut. Setelah kejadian itu, sopir truk diantar oleh warga ke rumahnya. Kemudian, langsung diserahkan ke Polsek Sukolilo untuk diamankan.
Dia menyebutkan, kecelakaan yang menyebakan dua bocah meninggal dunia itu murni musibah. Pihak keluarga korban sudah legawa atas kejadian tersebut. Bahkan pasca kejadian, keluarga korban berharap pihak pemilik dump truck bersilaturahmi. Namun, sopir belum berani, khawatir keluarga korban masih berkabung.
Hari ini, pihak pemilik dump truck akan melayat ke rumah duka untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. ”Nanti pihak dari sopir akan datang ke rumah duka untuk bersilaturahmi dan urun rembuk,” tandasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti