BANGKALAN, RadarMadura.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendalami menu makanan bergizi gratis (MBG) yang diduga basi.
Tim Satgas Pengawasan Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan memanggil Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sehat Luhur Mandiri Martajasah pada Jumat (19/9).
Anggota Pengawasan MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, pihaknya sudah memanggil Kepala SPPG yang mengelola makanan MBG.
Tujuannya untuk menklarifikasi makanan yang diduga basi.
”Pemanggilan oleh tim satgas itu dalam rangka mengkonfirmasi dugaan MBG basi,” ujar pria yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten (sekkab) Bangkalan.
Dia menyampaikan, pihak SPPG mengeklaim jika makanan tidak basi saat didistribusikan pada Selasa (16/9).
Tapi, muncul bau amis dari olahan daging ayam yang dicampur dengan saos tiram.
”Perwakilan SPPG dan yayasan memastikan jika menu yang mereka bagikan tidak basi, melainkan ada bau amis pada menu utama,” ucapnya.
Budi mengungkapkan, ada enam sekolah yang menjadi mitra atau penerima manfaat dari SPPG Sehat Luhur Mandiri Martajasah.
Yakni 552 porsi untuk SMA Negeri 3, 524 porsi dibagikan ke SDN Mlajah 2, 194 porsi diserahkan ke SDN Mlajah 1, serta sebanyak 456 porsi untuk SDIT Nurul Rahmah.
MBG untuk SMKN 1 dan 3 belum sempat didistribusikan.
”Ada yang sudah didistribusikan dan sempat dikonsumsi. Seperti di SDIT Nurul Rahman sebagian ada yang dikonsumsi,” ungkapnya.
Atas kejadian itu, Satgas Pengawasan MBG Bangkalan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Tujuannya, menjadi bahan evaluasi sehingga hal serupa tidak terulang lagi.
Budi berencana akan memanggil semua SPPG di Kota Salak untuk memperketat pengawasan di setiap dapur.
”Ke depan semua SPPG harus lebih berhati-hati dan memperhatikan makanan yang akan diterima oleh siswa,” pesannya.
Sebelumnya, Kepala SPPG Yayasan Sehat Luhur Mandiri Martajasah Kusuma Gigih Prakoso memastikan jika menu MBG tidak basi saat didistribusikan.
Bau tidak sedap itu disebut berasal dari menu olahan daging yang dicampur dengan saos tiram.
”Yang bermasalah di saosnya, bukan pada daging. Ke depan kami akan lebih berhati-hati lagi,” tukasnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri