Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perketat Penggunaan Tenaga Kerja Outsourcing, Pemkab Bangkalan Keluarkan Kartu Kuning

Hera Marylia Damayanti • Senin, 8 September 2025 | 14:53 WIB
RESPONSIF: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memantau tempat pengolahan sampah di RSUD Syamrabu, Jumat (25/7). (JUPRI/JPRM)
RESPONSIF: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memantau tempat pengolahan sampah di RSUD Syamrabu, Jumat (25/7). (JUPRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menerbitkan kartu kuning untuk memperketat rekrutmen tenaga kerja outsourcing. Tujuannya, agar potensi sumber daya manusia (SDM) di Bangkalan dapat terserap maksimal di bursa kerja.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, kartu kuning yang dikeluarkan pemerintah berupa imbauan bagi para pelaku usaha  yang biasa menggunakan tenaga alih daya. Tujuannya, agar menggunakan vendor outsourcing asal Bangkalan.

”Kita ingin seluruh SDM terserap maksimal di seluruh perusahaan yang ada di Bangkalan,” ujarnya.

Pemkab Bangkalan juga berupaya untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM. Tujuannya, agar kompetensi tenaga kerja asal Bangkalan sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

”Pemerintah juga akan membangun koordinasi dengan perusahaan tentang kualifikasi apa saja yang dibutuhkan dari calon pekerjanya,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Bangkalan itu menambahkan, pemerintah telah memiliki balai latihan kerja (BLK) dalam meningkatkan skill dan kompetensi SDM. Namun, sarana dan prasarananya belum sepenuhnya representatif.

Untuk itu, pemerintah akan meng-upgrade sarpras yang tersedia di BLK. Dengan demikian, tenaga kerja yang disiapkan pemerintah sudah terbiasa menggunakan alat dan sarana produksi yang digunakan di setiap perusahaan.

”Salah satunya alat pemotongan besi, masa menggunakan gerinda. Padahal, alat modern sekarang sudah ada. Yaitu menggunakan laser, sehingga  lebih  efisien,” imbuhnya.

Lukman menambahkan, salah satu potensi penyerapan tenaga kerja yaitu di sektor maritim. Saat ini ada beberapa perusahaan raksasa galangan kapal yang beroperasi di pesisir Bangkalan. Seperti di wilayah Kecamatan Kamal, Socah, dan Bangkalan.

”Potensi penyerapan tenaga kerja yang cukup besar tersebut berusaha ditangkap oleh pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Diperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana mengaku telah menindaklanjuti sikap bupati yang ingin mengurangi penggunaan tenaga outsourcing dari luar Bangkalan. Hal ini untuk menciptakan penyerapan tenaga kerja asli Bangkalan.

”Sekaligus untuk menciptakan circular economy di Bangkalan. Agar perekonomian Bangkalan tidak bocor keluar, apalagi kalau sampai bocor ke Surabaya,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#outsourcing #asli Bangkalan #bupati #rekrutmen #kartu kuning #sdm #tenaga kerja