BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejak 2016, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi pilihan mahasiswa Palacky University, Ceko, melaksanakan magang budaya. Kampus asal Eropa itu tidak pernah absen mengirimkan mahasiswanya ke UTM untuk mempelajari budaya Madura.
Saat ini, 11 mahasiswa Palacky University yang datang ke kampus terbesar di Pulau Garam tersebut. Mereka disambut hangat oleh mahasiswa UTM yang tergabung dalam internasional relation office (IRO) di bawah pusat Hubungan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) yang berlangsung di ruang penjamuan lantai 9 Graha Utama UTM.
Warek I UTM Prof Dr Achmad Amzeri menyatakan, kegiatan magang budaya mahasiswa asal Placky University berlangsung sejak 2016. Mahasiswa asing itu datang dari Benua Biru untuk belajar tentang budaya Madura dan Indonesia.
”Mereka belajar banyak tentang budaya yang ada di Madura ataupun yang di luar Madura,” tuturnya.
Magang budaya tersebut berlangsung setiap tahun, yakni setiap September. Selama satu bulan ke depan mereka akan melaksanakan magang budaya. ”Tahun ini hanya satu bulan, kalau tahun sebelumnya magang budaya digelar dua bulan,” sambungnya.
Belasan mahasiswa asing itu akan belajar tentang perkuliahan yang ada di UTM. Juga melakukan riset dan akan terlibat dalam penelitian. Sementara di luar kampus, mereka akan belajar tentang budaya Madura.
”Tidak hanya belajar budaya Madura, tapi setelah dari sini mungkin mereka akan ke Bali ataupun Jogjakarta dalam rangka belajar seni dan kebudayaan,” ujarnya.
UTM juga akan meningkatkan program internasionalisasi, seperti study mobility. Tujuannya, untuk terus meningkatkan performa. Selain itu, institusinya setiap tahun juga mengirimkan mahasiswanya untuk belajar budaya ke Palacky University.
”Gantian. Mahasiswa UTM akan ada yang ke sana setiap tahun meskipun jumlahnya tidak banyak,” bebernya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti