BANGKALAN, RadarMadura.id – Eskalasi politik di tanah air memanas. Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah berujung pada kekerasan hingga perusakan dan pembakaran fasilitas umum.
Bahkan, telah menelan korban jiwa. Yaitu, Affan Kurniawan, yang tewas pasca dilindas rantis barracuda aparat. Dinamika itu menuai perhatian tokoh masyarakat di Kabupaten Bangkalan, khususnya zuriah Syaikhona Muhammad Kholil dan para pengasuh pondok pesantren (ponpes).
KH Imam Buchori yang merupakan juru bicara zuriah Syaikhona Muhammad Kholil menyampaikan belasungkawa dan dukacita yang sangat mendalam atas tewasnya demonstran Affan Kurniawan. Serta, beberapa korban lain di berbagai daerah di Indonesia.
”Kami berharap semua pihak menahan diri demi terciptanya kondusivitas di negara Indonesia tercinta,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya alumni dan simpatisan ponpes agar membaca qunut Nazilah dan ratib Syaikhona Muhammad Kholil. Harapannya, agar tercipta kedamaian dan keselamatan bangsa dan negara.
Tokoh yang akrab disapa Ra Imam itu meminta pemerintah agar mengakomodasi aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Yakni, dengan menindaklanjuti desakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pihaknya menyarankan Presiden Prabowo Subianto segera lakukan reshuffle kabinet, serta mengupayakan penegakan hukum yang sungguh-sungguh tanpa pandang bulu. ”Semoga sumbangsih pemikiran kami ini bisa ditindaklanjuti dengan baik,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti