Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Baru Periksa Empat Saksi Penyidik Agendakan Pemanggilan Ahli

Amin Basiri • Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:51 WIB
PELAKU KEJAHATAN: Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi mengintrogasi Cholis tersangka pembunuhan Balita, (14/8).
PELAKU KEJAHATAN: Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi mengintrogasi Cholis tersangka pembunuhan Balita, (14/8).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kasus pembunuhan anak usia di bawah lima tahun (Balita) masih bergulir di maja Satreskrim Polres Bangkalan.

Saksi yang diperiksa baru empat orang. Penyidik butuh tambahan keterangan dokter spesialis jiwa.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Hafid Dian Maulidi menyatakan, salah satu saksi yang diperiksa adalah Sumrati. Dia merupakan ibu dari balita yang digorok lehernya oleh pelaku Cholis, Rabu (13/8).

Sementara tiga saksi lainnya adalah Putri, Sarifah dan Gider. Ketiga berada di tempat kejadian perkara saat peristiwa mengerikan itu terjadi.

”Belum ada penambahan saksi lagi hanya keluarga korban yang sudah diperiksa,” ujarnya.

Penyidik mengagendakan pemeriksaan saksi ahli. Yaitu, dokter spesialis kejiwaan. Itu perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku waras atau tidak. ”Nanti kalau sudah lengkap berkas perkaranya akan kami limpahkan,” imbuhnya.

Insiden pembunuhan balita berinisial MKY terjadi sekita pukul 22.30 Rabu (13/8). Peristiwa itu terjadi saat tersangka Cholis datang ke rumah korban untuk mencari keberadaan istrinya yang beranama Putri.

Dia datang dengan nada marah dan membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang.

Bahkan pelaku marah-marah dengan mendobrak pintu rumah kakak iparnya. Mengetahui hal itu Putri yang ada rumah itu langsung keluar melarikan diri.

Saat pelaku berhasil masuk ke dalam rumah, Cholis menjumpai korban dan langsung membawanya keluar kamar.

Sumrati yang melihat itu langsung mendatangi pelaku dan mencoba merebut buah hatinya.

Namun upaya tersebut gagal dan membuat Sumrati terluka akibat sabetan parang yang dibawa pelaku.

Tidak lama kemudian Cholis membanting korban dan menggorok leher korban hingga nyaris terputus, akibat luka yang cukup parah itu Kholil Yasin langsung meninggal dunia. (za/jup)

Editor : Amin Basiri
#bangkalan #kasus #satreskrim polres bangkalan