Gerak Jalan Kocak Meriahkan HUT Ke-80 RI di Bangkalan, Jadi Simbol Kebersamaan, Kekompakan, dan Persatuan
Hera Marylia Damayanti• Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:52 WIB
BIKIN HEBOH: Peserta gerak jalan dalam rangka HUT Ke-80 RI mengenakan outfit nyentrik Minggu (10/8). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana jalan protokol di Kabupaten Bangkalan mendadak berubah menjadi panggung hiburan rakyat, Minggu (10/8). Bukan karena macet atau konvoi kendaraan, tetapi karena gelak tawa dan sorak-sorai warga yang tumpah ruah di tepi jalan.
Warga Kota Salak berbondong-bondong datang untuk menyaksikan acara tahunan yang selalu dinanti. Yaitu, lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia. Pergelaran lomba tahunan itu terasa berbeda.
Sebab, lomba gerak jalan yang biasanya identik dengan barisan berseragam rapi, kini turut dimeriahkan peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari kelompok pemuda, hingga kaum ibu-ibu. Kesan formal yang biasanya melekat pada lomba gerak jalan, tergantikan oleh suasana jenaka dan santai.
Para penonton pun tak sungkan untuk tertawa terbahak melihat aksi-aksi para peserta yang tampil dengan gaya unik dan kostum tak biasa. Beragam outfit unik yang ditampilkan benar-benar sempurna dan menjadi daya tarik tersendiri.
Ada yang mengenakan baju adat Madura, seperti baju Sakera dengan ikat kepala merah. Namun, juga ada peserta yang tampil dengan kostum setan. Seperti, tuyul dan pocong. Penampilan tak lazim tersebut mengundang tawa warga.
Photo
Ada pula yang hadir bak wisatawan pantai, lengkap dengan kacamata, baju hawai, dan sepatu yang beragam warna. Sejumlah peserta juga tampil tak kalah nyentrik. Mengenakan baju tidur bermotif kartun dengan warna-warna mencolok.
”Kami setiap tahun selalu ikut. Sebelumnya pakai kostum tunik, daster, dan sekarang pakai baju tidur. Tujuan kami tidak lain untuk menghibur dan memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar koordinator Jamaika The Team, Kiki Dwihandayani, Minggu (10/8).
Selain itu juga ada kelompok yang mengusung tema tempo dulu. Mereka berdandan mengenakan outfit vintage atau retro klasik ala penonton dangdut jaman dulu (jadul). Lengkap dengan speaker aktif-nya.
”Karena kami ingin menghadirkan dan menghidupkan gaya-gaya zaman dulu, biar tidak terlupakan. Dan, kehadiran kami untuk menghibur masyarakat di HUT Kemerdekaan tahun ini,” ungkap koordinator Tim Sumber Kembang Tempo Dulu, Hamada.
Antusiasme warga tampak luar biasa. Meski terik matahari menyengat, mereka tetap setia berdiri di sepanjang rute lomba. Bahkan, ada yang membawa payung dan kursi kecil untuk mendapatkan posisi terbaik.
Di sepanjang jalan, setiap kelompok peserta tidak hanya berjalan tegap. Tetapi, juga menampilkan atraksi lucu, tarian spontan, hingga joget bersama. Sorakan dan tepuk tangan dari penonton menjadi energi tambahan bagi mereka hingga garis akhir.
Keikutsertaan 110 tim yang terdiri dari 32 pelajar SMA dan 78 umum membuktikan perayaan kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari kegiatan yang serius, lucu, dan membahagiakan. Bukan hanya untuk para peserta, tapi juga seluruh warga yang menonton.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, lomba gerak jalan yang dilaksanakan pemerintah untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme masyarakat. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.
Orang nomor satu di Bangkalan itu berharap, lomba gerak jalan menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan persatuan. ”Setiap langkah kaki yang serempak menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang solid dan kuat,” kata Bupati Lukman kemarin.
Baginya, kehadiran peserta umum dengan kostum-kostum yang beragam bukan tanpa alasan. Itu adalah wujud ekspresi kebebasan dan kebanggaan warga negara yang ingin merayakan kemerdekaan dengan cara yang ceria dan penuh warna.
Photo
Setiap kostum yang dikenakan peserta adalah cerminan keberagaman budaya dan kekayaan imajinasi sebagai sebuah bangsa. Sehingga, semangat merdeka bisa diartikan dan diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui seni dan kreativitas.
”Selain dari anak-anak sekolah yang kita sayangi, saya melihat ada banyak sekali peserta dari kalangan umum yang hadir dengan berbagai outfit unik dan nyentrik. Saya sangat mengapresiasi kreativitas ini,” tegasnya.
Lukman menaruh harapan terhadap perayaan HUT Ke-80 RI tahun ini. Secara khusus kepada seluruh lapisan masyarakat di Bangkalan. Pihaknya meminta masyarakat memanfaatkan momentum HUT kemerdekaan untuk meningkatkan kolaborasi.
”Saya berharap, semangat persatuan dan gotong royong yang telah kita tunjukkan dalam lomba gerak jalan ini tidak berhenti sampai di sini. Mari kita bawa semangat tersebut dalam kehidupan sehari-hari, saling membantu, saling mendukung, dan saling menjaga kerukunan,” pungkasnya. (lil/jup)