Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Peserta Jalan Santai di Alun-Alun Bangkalan Meninggal Tertimpa Dahan Pohon

Hera Marylia Damayanti • Senin, 4 Agustus 2025 | 13:45 WIB
BERDUKA: Keluarga korban dan panitia berada di ruang RSUD Syamrabu Bangkalan Minggu (3/8). (ZAINAL UNTUK JPRM)
BERDUKA: Keluarga korban dan panitia berada di ruang RSUD Syamrabu Bangkalan Minggu (3/8). (ZAINAL UNTUK JPRM)

BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Nasib nahas dialami Yasinta Dwi Amira, warga Jalan Letnan Singosastro, Kelurahan Kraton, Bangkalan. Dia berniat mengikuti jalan-jalan santai (JJS) di Alun-Alun Bangkalan. Saat undian berlangsung, anak berusia 11 tahun itu tertimpa dahan pohon trembesi yang menyebabkan meninggal dunia.

Sekitar pukul 09.00 korban berniat menunggu undian, sambil duduk di bawah pohon tersebut. Korban ditemani Rhanie Aulianie, 24, gurunya di SD Negeri Demangan 1 yang juga tertimpa dahan pohon itu.

Pantauan koran ini, korban Yasinta dievakuasi oleh warga dari pintu masuk pendopo ke dekat Tugu Tatenger Bangkalan. Lalu, korban dibawa ke RSUD Syamrabu menggunakan mobil pikap berwarna putih.

Korban dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan kondisi kesadaran menurun. Selain itu, napas dan jantungnya diketahui berhenti. Korban tidak sadarkan diri usai kejatuhan dahan pohon. Saat dievakuasi, korban mengalami luka dan darah mengalir dari kepala bagian belakang.

Ketua Pelaksana JJS Mohammad Taufik menyampaikan, pada saat panitia melakukan pengundian, para korban tengah mendengarkan di pintu masuk pendopo, lalu ada dahan pohon jatuh dan mengenai kepala bagian belakang korban Yasinta Dwi Amira dan kaki Rhanie Aulianie.

”Korban berada di dekat pintu masuk pendopo sambil lalu mendengarkan proses pengundian,” ujarnya.

Pasca kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Satu dari dua korban itu mengalami kritis. Saat Taufik tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

”Sempat dibawa ke rumah sakit. Saat saya tiba di sana, korban sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Mohammad Siddiq menyampaikan, kegiatan JJS digelar oleh dewan penasihat koperasi daerah. Dia mengaku tidak tahu pasti kronologi kejadiannya. Sebab, saat kejadian dirinya berada di dalam pendopo.

”Saat ada di pendopo saya dapat informasi ada anak sekolah kejatuhan ranting pohon yang sudah rapuh,” ucapnya.

Acara berlangsung di area luar pendapa atau sisi timur Alun-Alun Bangkalan. Saat kejadian, korban tengah menunggu proses pengundian yang sedang berlangsung. Ada dua orang yang terkena dahan pohon tersebut.

Siddiq memastikan di lokasi acara tersedia ambulans. ”Pasti ada ambulans karena juga ada kegiatan cek darah,” klaimnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Mohammad Ya'qub membenarkan jika korban merupakan siswa dan guru SDN Demangan 1. Guru Rhanie Aulianie mengalami luka memar di bagian paha sebelah kanan. Usai di rontgen tidak ada luka serius.

”Para korban adalah guru dan siswi SDN Demangan 1. Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa siswi kita,” ucapnya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#siswa #SDN Demangan 1 #dahan pohon #alun-alun #pohon trembesi #meninggal #Kepala Bagian Belakang #Tertimpa #jjs #Diskop Umdag #ranting pohon