Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dokter Forensik Temukan Luka Akibat Benda Tumpul, Pada Tubuh Mayat yang Mengapung di Laut

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 19 Juli 2025 | 17:25 WIB
TANPA IDENTITAS: Petugas Polsek Modung, Bangkalan, mengevakuasi mayat tanpa identitas bersama warga di pesisir Modung, Kamis (17/7). (POLSEK MODUNG UNTUK JPRM)
TANPA IDENTITAS: Petugas Polsek Modung, Bangkalan, mengevakuasi mayat tanpa identitas bersama warga di pesisir Modung, Kamis (17/7). (POLSEK MODUNG UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Identitas penemuan mayat di pesisir Desa Modung, Kecamatan Modung, Bangkalan, Kamis (17/7) masih misteri. Meskipun, ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban identik dengan pemancing asal Pasuruan yang dinyatakan hilang, Minggu (13/7).

Kasat Polairud Polres Bangkalan Iptu Muarib menyatakan, penanganan perkara penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu diambil alih Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Korban di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut, Kamis (17/7).

”Tidak diidentifikasi di Bangkalan, tapi dibawa ke polda. Karena saudaranya belum datang. Tapi untuk perkembangan saya belum tahu,” kata Iptu Muarib Jumat (18/7).

Pihaknya menerima laporan mengenai penemuan sesosok mayat mengambang pukul 10.00 pagi di sekitar pesisir Kecamatan Kwanyar dan Modung, Kamis (17/7). Setelah dilakukan penelusuran serta koordinasi dengan polsek dan nelayan setempat, mayat tersebut terbawa arus ke arah timur.

”Sekitar pukul 16.00 mayat ditemukan di pesisir Modung. Setelah dievakuasi langsung dibawa ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) untuk dilakukan visum,” terangnya.

Meskipun identitas mayat yang mengenakan sweter dan kaus itu belum diketahui, keluarga korban di Pasuruan menyebut ciri-ciri pakaiannya identik. Pihaknya belum bisa menyimpulkan sebelum laporan identifikasi resmi Tim DVI Polda Jatim keluar.

”Ciri-ciri bajunya itu identik, tetapi untuk yang lain-lain belum tahu. Cuma pengakuan dari sana untuk baju yang dipakai identik,” tegasnya.

Minggu (13/7) memang ada kecelakaan laut yang dialami pemancing asal Pasuruan di perairan selat Madura. Sebuah kapal yang berisi 20 orang dengan awak perahu dihantam ombak besar. Dari kejadian tersebut, 15 orang ditemukan selamat, empat orang dinyatakan meninggal, dan satu orang hilang.

”Kami dapat informasi empat hari yang lalu di Pasuruan ada pemancing yang hilang. Identitasnya warga Kecamatan Lekok, namanya Daiman, usia 60 tahun, kelahiran 1965,” sebutnya.

Dokter Forensik RSUD Syamrabu Edy Suharto mengaku telah melakukan visum untuk mengetahui kondisi fisik jenazah. Korban diperkirakan meninggal sudah lima hari. Indikasinya, karena sudah terjadi pembusukan pada tubuh korban.

Pria berkacamata itu memperkirakan jenazah tersebut berusia 35 sampai 45 tahun. Pihaknya mendapati luka robek akibat benda tumpul di kedua kaki korban. Namun, tidak sampai mengalami patah tulang. Luka itu juga diperkirakan terjadi saat korban masih hidup.

”Entah itu akibat benturan di laut atau seperti apa. Tapi, luka itu terjadi ketika orangnya masih hidup, bukan terjadi saat meninggal. Cuma luka robek, tidak sampai patah,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#visum #pesisir #mengapung #Modung #mayat #benda tumpul #forensik #benturan #luka #pasuruan #identik #laut