Ratusan Jabatan Kepsek Kosong, Dispendik Bangkalan Baru Seleksi 18 Sekolah

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Jumat, 18 Juli 2025 | 12:35 WIB
JAWAB PERTANYAAN: Bupati Bangkalan Lukman Hakim didampingi Wabup Moch. Fauzan Ja’far dalam sesi wawancara bersama awak media, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
JAWAB PERTANYAAN: Bupati Bangkalan Lukman Hakim didampingi Wabup Moch. Fauzan Ja’far dalam sesi wawancara bersama awak media, Rabu (16/7). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sebanyak 123 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Bangkalan tidak memiliki kepala sekolah (Kepsek) definitif. Saat ini, jabatan tersebut diisi pelaksana tugas (Plt).

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengaku sedang melakukan seleksi untuk mengisi kekosongan jabatan Kepsek tersebut.

”Kan ada tahapan-tahapannya. Calon kepala yang masuk kualifikasi dan persyaratan administrasi terpenuhi, sudah didata oleh dinas pendidikan (dispendik),” kata Bupati Lukman, Rabu (16/7).

Menurutnya, ada belasan SD dan SMP negeri yang proses pemilihan Kepseknya sedang berlangsung. Tahapan tersebut tinggal menunggu kelengkapan persyaratan teknis dan administrasinya.

”Kami mengupayakan yang jadi Kepsek definitif, alamatnya dekat dengan lembaga. Meskipun, tetap harus memenuhi kualifikasi dan syarat administrasi,” tuturnya.

Sekretaris Dispendik Bangkalan Ronny Sofiandri mengungkapkan, dari 123 jabatan Kepsek yang kosong, 18 di antaranya sedang tahap lelang jabatan. Terdiri dari 16 SD negeri dan dua SMP negeri.

Dia menjelaskan, seleksi Kepsek dilakukan secara online melalui Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (SIM KSPSTK). Anggaran seleksi Kepsek tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Kan masih tinggal 105 yang belum bisa ter-cover. Itu kami anggarkan melalui perubahan APBD 2025. Masih proses, kami menunggu ditetapkan,” jelasnya.

Ronny belum bisa memastikan apakah alokasi anggaran perubahan APBD bisa meng-cover kebutuhan anggaran untuk seleksi ratusan Kepsek. Pihaknya perlu melakukan pemetaan dan berharap semua sekolah segera miliki Kepsek definitif.

”Kami mendukung kebijakan pengisian kepala sekolah yang diinginkan oleh bupati. Ini perlu kita kawal bersama, supaya prosesnya bisa berjalan bersih dan transparan,” pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Hera Marylia
seleksi SD dan SMP Kepsek lelang jabatan kekosongan jabatan