BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Desa Modung, Kecamatan Modung, Bangkalan, Jawa Timur digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas, Kamis (17/7). Mayat tersebut ditemukan mengambang di pesisir pantai setempat sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Modung, Bangkalan Iptu Joko Purwowidodo menjelaskan bahwa penemuan mayat pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan setempat. Saat ditemukan, jasad pria itu sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Petugas piket Polsek Modung bersama tenaga medis dari puskesmas langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tubuh korban yang sudah mulai membusuk.
“Sekitar pukul 16.00 WIB kami menerima laporan dari warga. Tim langsung menuju lokasi bersama petugas medis,” kata Iptu Joko kepada RadarMadura.id, Kamis sore.
Baca Juga: TIMPORA Bangkalan Bahas Pengawasan Orang Asing Keturunan Madura-Malaysia
Proses evakuasi berjalan lancar dan mayat berhasil diangkat dari air tanpa hambatan berarti. Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan.
Kapolsek menyebutkan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki identitas korban. Dugaan sementara, korban adalah seorang nelayan asal Pasuruan.
“Diduga korban adalah nelayan dari wilayah Pasuruan. Tapi kami masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikannya,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga tengah mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar. Beberapa nelayan lokal turut dimintai keterangan guna mengetahui apakah korban merupakan warga setempat atau pendatang.
Selain itu, ciri-ciri fisik korban juga telah dicatat untuk membantu proses identifikasi. Pihak rumah sakit akan melakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Baca Juga: Bupati Sampang Luncurkan 186 Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa dan Kelurahan
Dugaan sementara, korban meninggal akibat tenggelam. Namun, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian sebelum hasil visum keluar.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor. Data visual jenazah akan disesuaikan dengan laporan orang hilang.
“Kami masih menunggu hasil visum dan informasi tambahan. Jika ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, silakan datang ke Polsek atau rumah sakit,” tambah Joko.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pihak keluarga yang datang untuk mengenali korban. Sementara itu, jasad korban masih berada di kamar jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan.
Polisi berkomitmen mengusut kasus ini hingga tuntas. Mereka juga akan melakukan pengecekan ke pelabuhan dan titik-titik rawan tenggelam lainnya di sepanjang pesisir Modung. (lil/dry)
Editor : Hendriyanto