BANGKALAN, RadarMadura.id – Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan cukup besar. Nilainya mencapai Rp 32 miliar. Dana jumbo tersebut akan dialokasikan untuk tiga jenis program.
Yakni, program kesejahteraan masyarakat, kesehatan masyarakat (kesmas), dan penegakan hukum. Program kesmas terduri dari beberapa kegiatan. Antara lain, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada petani dan buruh tembakau.
Kegiatan tersebut melekat di dinas pertanian, perikanan dan ketahanan pangan (DP2KP) sebesar Rp 1,5 miliar. Kemudian, dialokasikan untuk kegiatan pelatihan berbasis kompetensi. Seperti pembuatan skincare, kelistrikan, dan pelatihan menjahit yang dilaksanakan dinas perindustrian dan ketenagakerjaan (disperinaker).
Ada pula yang melekat di Bidang Perekonomian Setkab Bangkalan, nilainya mencapai Rp 200 juta. DBHCHT dialokasikan untuk pengadaan bantuan modal usaha (BMU) bagi pelaku usaha ekonomi mikro.
Selain itu juga akan diperuntukkan bagi pekerja rentan yang meliputi petani, peternak, dan nelayan.
”Anggaran itu dibagi ke beberapa kegiatan yang melekat di beberapa dinas atau instansi,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bambang Budi Mustika.
Dana transfer dari pemerintah pusat tersebut juga dikucurkan untuk bidang kesehatan masyarakat sebesar Rp 19 miliar. Alokasinya di dinas kesehatan (dinkes) dan di RSUD Syamrabu.
Salah satunya untuk pembayaran premi peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dibayarkan pemerintah. Tujuannya, demi menjaga keberlangsungan program universal health coverage (UHC).
Mantan Kadispendik Bangkalan itu menambahkan, program di bidang penegakan hukum melekat di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan. Kegiatannya berupa sosialisasi dan penegakan gempur rokok ilegal, serta penindakan dan operasi pasar.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bangkalan Mohammad Sugianto menilai anggaran DBHCHT terus bertambah. Pihaknya berharap pemanfaatannya tepat sasaran serta mampu pengembangan pertanian tembakau di Kota Salak.
”Kami sudah kroscek ke bawah, hanya ada dua poktan yang mendapatkan bantuan. Dana sebesar itu larinya ke mana saja, jangan jangan yang bukan petani tembakau yang disasar,” tanyanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti