Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Fasilitas Taman Rekreasi Kota Bangkalan Rusak, Danau Dipenuhi Sampah

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 8 Juli 2025 | 19:05 WIB
BEBEK AIR: Novita, pengunjung taman menyesalkan kondisi wahana bebek air yang tidak dapat beroperasi lagi Senin (7/7). (ROSATIN NUR/JPRM)
BEBEK AIR: Novita, pengunjung taman menyesalkan kondisi wahana bebek air yang tidak dapat beroperasi lagi Senin (7/7). (ROSATIN NUR/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan yang dulu menjadi salah satu destinasi favorit warga yang hendak berlibur, kini sepi pengunjung. Sebab, fasilitas terbengkalai dan tidak kunjung diperbaiki pemerintah.

Kondisi taman yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, itu memprihatinkan. Fasilitas di arena permainan rusak dan danaunya dipenuhi sampah.

Hal itu terlihat saat Jawa Pos Radar Madura (JPRM) datang langsung ke lokasi Senin (7/7). Fasilitas permainan anak yang rusak di antaranya ayunan, jungkat-jungkit, dan bebek air.

Novita Ainun Nisa, salah satu pengunjung mengungkapkan keprihatinannya. ”Dulu wahana bebek air itu masih beroperasi untuk keliling danau. Kondisi taman sangat jauh berbeda dengan SGB dan kolam renang yang masih terawat. Padahal masih dalam satu kawasan,” katanya.

Tinggal, salah satu staf penjaga TRK, menjelaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan perubahan harga tiket.

”Pengunjung yang datang dikenakan biaya masuk Rp 3.000 untuk TRK, kolam renang Rp 6.000. Khusus tarif parkir sepeda motor Rp 2.000,” jelasnya.

Ditambahkan, jika pengunjung hanya ingin masuk ke TRK saja, diperbolehkan tanpa harus membeli tiket kolam renang.

”Tapi, saya sudah menginformasikan kalau kondisi di TRK sudah tidak ada fasilitas yang bisa dinikmati dengan layak,” ujarnya.

Kepada JPRM, Tinggal mengakui jika pengunjung TRK saat ini sangat sedikit. ”Kalaupun ada, kadang digratiskan jika tidak melewati pos tiket,” tambahnya.

Pedagang kaki lima (PKL) yang ada di area TRK merasakan dampak minimnya pengunjung. Salah satunya adalah Sinta.

”Sekitar tiga bulan terakhir, taman mulai tidak terawat. Sekarang pengunjung lebih memilih ke kolam renang daripada ke taman,” tuturnya.

Perempuan 32 tahun itu mengakui jika  pendapatannya kini turun drastis. ”Sekarang sudah sepi. Penurunan pendapatan bisa sampai lebih dari 50 persen. Untung masih terbantu pengunjung yang datang ke kolam renang,” tandasnya. (c1/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Taman Rekreasi Kota #sampah #Bebek Air #tidak terawat #wahana #TRK