BANGKALAN, RadarMadura.id – Tiga pelaku terekam kamera closed circuit television (CCTV) saat mencuri mesin handtraktor di Pondok Pesantren Darul Mannan, Desa Glagga, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan pada Kamis (3/7) sekitar pukul 03.45 dini hari.
Ketiga pelaku itu saat melakukan aksinya mengendarai Avanza berwarna hitam. Mesin curian itu lalu dimasukkan ke dalam mobil Avanza.
Kanit Reskrim Polsek Arosbaya Aiptu Nurul Trisdianto membenarkan kasus pencurian di komplek Ponpes Darul Mannan. Pihak pesantren sudah melaporkan kasus tersebut. Berkas laporannya sudah diterima. Pihaknya masih mendalami laporan tersebut.
Baca Juga: Sampang Jadi Pilot Project Pembentukan Layanan Disabilitas Kebencanaan
”Tadi (Sabtu (5/7), sekitar pukul 10.00 pihak ponpes sudah melaporkan secara resmi ke Polsek Arosbaya,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, pelaku pencurian berjumlah tiga orang. Dua pelaku berperan mengambil mesin handtraktor dan satu pelaku menunggu di mobil. Barang curian dibawa ke mobil dengan cara dipikul di diletakkan di dalam mobil Toyota Avanza berwarna hitam.
”Mobil yang digunakan untuk mencuri Avanza. Sedangkan yang dicuri hanya mesin handtracktor saja,” ungkapnya.
Nurul menerangkan, berdasarkan keterangan dari pelapor, mesin handtraktor ada di samping pesantren. Tempat tersebut biasa ditempati wali santri ketika menyambangi anaknya.
Selain itu, digunakan sebagai tempat memasak santri. ”Lokasinya di luar pesantren atau di samping pesantren,” terangnya.
Nurul menambahkan, jika melihat ciri-ciri tiga pelaku, diduga bukan orang sekitar pesantren. Sebab, di linkungan pesantren tidak ada yang mengenali mereka saat melihat CCTV. Kemungkinan, pelaku berasal dari luar Desa Glagga.
Baca Juga: Anggaran RTLH Dampak Bencana di Bangkalan Tersisa Puluhan Juta
”Kami masih dalami, total kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta. Kasus ini masuk pencurian dengan pemberatan (curat) karena dilakukan malam hari dan dilakukan lebih dari satu orang,” imbuhnya.
Minarurrohman selaku pelapor menyatakan, tempat kejadian perkara (TKP) itu berada di samping utara pesantren, tepatnya di parkiran pondok. Dia mengaku tidak mengenali ciri-ciri pelaku.
Dia memaparkan, barang yang hilang berupa mesin handtraktor. Dia berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap pelaku.
”Saya tidak tahu dan tidak mengenal para pelaku. Jika ditotal kerugian sekitar Rp 5 juta,” tukasnya. (za/bil)
Editor : Hendriyanto