BANGKALAN, RadarMadura.id – Sistem penerimaan murid baru (SPMB) tingkat SMP negeri di Kabupaten Bangkalan sedang bergulir. Pengumuman hasil seleksi sudah dilakukan pada Rabu (25/6). Tahap selanjutnya adalah daftar ulang yang berlangsung mulai 26-28 Juni.
Namun, dari 7.328 pagu yang tersedia untuk 55 SMP negeri di Kota Zikir dan Salawat, yang terpenuhi baru 4.833 atau sekitar 65,95 persen. Artinya, masih ada 2.495 kursi yang kosong pada tahun ajaran baru tahun ini.
”Sudah pengumuman dan proses daftar ulang untuk semua jalur. Tapi, nanti kami akan buka lagi bagi sekolah-sekolah yang belum memenuhi pagu,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Moh. Yakub.
Menurut dia, dari 55 SMP negeri yang ada di Bangkalan, hanya tiga sekolah yang pagunya terpenuhi. Yaitu SMPN 1 Bangkalan, SMPN 2 Bangkalan, dan SMPN 4 Bangkalan. Dengan demikian, terdapat 52 sekolah yang pagunya sampai Kamis (26/6) belum terpenuhi.
”Nanti kami buka lagi, namanya jalur pemenuhan pagu. Sehingga, bangku yang kosong tersebut bisa segera terisi oleh pelajar yang belum dapat sekolah. Insyaallah mulai Kamis sampai Sabtu (3–5/7),” tuturnya.
Yakub juga menjawab secara tegas terkait beredarnya informasi liar berkenaan dengan dugaan permainan dalam SPMB SMP negeri pada tahun pelajaran 2025/2026. Khususnya pada jalur prestasi. ”Kami pastikan itu tidak ada,” tegasnya.
Kepala SMPN 2 Bangkalan Achmad Huzaini mengaku, lembaga pendidikan yang dipimpinnya saat ini tidak perlu membuka pendaftaran jalur pemenuhan pagu. Sebab, kuota kursi dari 10 rombongan belajar (rombel) sudah terpenuhi.
”Dari 10 rombel itu, pagunya 320 orang dan terpenuhi semua,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti