Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sehari Terjadi Dua Laka Lantas di Area Proyek Jembatan Pangeleyan, Tanah Merah

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 24 Juni 2025 | 15:28 WIB

EVAKUASI KENDARAAN: Truk fuso yang terperosok ke sungai yang berada di area proyek Jembatan Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, dievakuasi petugas menggunakan ekskavator, Senin (23/6).
EVAKUASI KENDARAAN: Truk fuso yang terperosok ke sungai yang berada di area proyek Jembatan Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, dievakuasi petugas menggunakan ekskavator, Senin (23/6).
 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dua kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di area proyek perbaikan Jembatan Pengeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Senin (23/6).

Pertama, truk nopol S 8292 UP mengalami rem blong dan menyeruduk dua mobil yaitu nopol L 9269 CB dan nopol L 9257 CB milik pekerja proyek. Kedua, laka lantas karambol antara mobil Toyota Innova nopol N 1769 ZM kontra pikap nopol M 8925  G dan truk nopol DA 8524 ZR.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), truk nopol S 8292 UP mengalami rem blong lalu menabrak dua mobil Daihatsu Grand Max milik pekerja proyek yang sedang diparkir.

Laju truk terhenti setelah moncongnya tercebur ke dasar sungai. ”Laka lantas terjadi sekitar pukul 03.15,” ucap Kanit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan Ipda Akh. Jauhari.

Menurut dia, dua mobil Daihatsu Grand Max terparkir di area proyek. Lokasinya di sisi utara dan merupakan area aman. Dikatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sedangkan kerugian material ditaksir Rp 10 juta.

”Truk tersebut datang dari arah timur dan kabarnya dari Sumenep,” katanya.

Dijelaskan, sekitar pukul 05.30, kembali terjadi laka lantas beruntun. Insiden tersebut melibatkan Toyota Innova nopol N 1769 ZM kontra pikap nopol M 8925  G serta truk nopol DA 8524 ZR.

”Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah selamat semua,” ungkap Jauhari.

Jauhari menuturkan, sebelum kejadian, Toyota Innova yang dikemudikan Hilman Buchari, 31, meluncur dari arah timur menuju Bangkalan dengan kecepatan cukup tinggi.

RUSAK PARAH: Kondisi salah satu mobil milik pekerja proyek Jembatan Pangeleyan rusak parah usai diseruduk truk fuso, Senin (23/6). (ROSATIN NUR/JPRM)
RUSAK PARAH: Kondisi salah satu mobil milik pekerja proyek Jembatan Pangeleyan rusak parah usai diseruduk truk fuso, Senin (23/6). (ROSATIN NUR/JPRM)

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) laju mobil mendadak tidak bisa dikendalikan. Akhirnya, menabrak pikap yang dikemudikan Afandi yang sedang antre.

”Sebab, saat itu sedang diberlakukan rekayasa arus lalu lintas dengan sistem buku tutup. Di sisi lain, pikap lalu menyeruduk truk yang ada di depannya yang dikemudikan oleh Moch. Roifirmansyah,” papar Jauhari.

Jauhari memastikan dua peristiwa tersebut terjadi karena kelalaian pengemudi truk maupun mobil. Sebab, rambu-rambu sudah terpasang di sisi barat dan timur dalam jarak sejauh 1 kilometer (km) dari lokasi proyek yang terletak di Desa Pangeleyan tersebut.

”Hasil penyelidikan kami, murni kelalaian sopir truk dan mobil. Selama diberlakukan sistem buka tutup, rambu-rambu sudah terpasang di dua sisi sejauh 1 km dari titik proyek,” tandasnya.

Sementara itu, Pramudya selaku konsultan pengawas proyek perbaikan Jembatan Pangeleyan saat ditemui JPRM mengungkapkan, sebelum akhirnya tercebur ke sungai, truk fuso sudah diperingati oleh flagman.

Sebab, flagman memang diberi tugas untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas di area proyek tersebut.

”Tapi karena truk sudah hilang kendali, akhirnya flagman yang memberi isyarat segera menghindar menyelamatkan diri karena khawatir diseruduk truk,” terangnya.

Pramudya membenarkan tidak ada korban jiwa dalam laka lantas tersebut. Namun, kondisi salah satu mobil milik pekerja proyek rusak parah di sisi belakang dan samping.

”Proses evakuasi sudah dilakukan. Sekitar pukul 09.00, truk sudah berhasil dikeluarkan dari dasar sungai,” tegasnya. (c1/za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Truk #kelalaian #mobil #Jembatan Pengeleyan #tanah merah #laka lantas