Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gedung Sentra IKM Bangkalan Tidak Produktif, Banyak Pelaku IKM Angkat Kaki

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 14 Juni 2025 | 02:20 WIB
MASIH BERTAHAN: Pelaku industri konfeksi bekerja di gedung sentra IKM di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, Kamis (12/6). (ROSATIN NUR/JPRM)
MASIH BERTAHAN: Pelaku industri konfeksi bekerja di gedung sentra IKM di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, Kamis (12/6). (ROSATIN NUR/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pembangunan gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Desa Baengas, Kecamatan Labang, Bangkalan, menelan biaya puluhan miliar. Namun, setelah dua tahun dioperasikan, fasilitas itu belum berfungsi sesuai harapan.

Buktinya, bangunan yang berdiri di akses menuju Jembatan Suramadu terkesan tidak produktif. Sebab, banyak pelaku IKM yang memilih angkat kaki karena fasilitas yang dikelola dinas perindustrian dan ketenagakerjaan (disperinaker) itu sepi pengunjung.

Penjaga Gedung Sentra IKM Rosyid mengatakan, saat kali pertama dioperasikan, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke gedung yang dibangun menggunakan APBN dan APBD itu cukup tinggi. Pelaku IKM yang bergabung cukup banyak.

Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pelaku IKM yang memilih angkat kaki dari IKM. ”Mungkin karena pengunjung sepi. Kalau promosi, saya rasa pemerintah sudah gencar,” ucapnya.

Jumlah pengunjung Sentra IKM meningkat saat digelar kegiatan tertentu. Selama ini, gedung serbaguna di kompleks Sentra IKM tersebut lebih sering disewa untuk acara pernikahan dibandingkan kegiatan industri.

Sepinya Sentra IKM disesalkan warga sekitar. Keberadaan gedung itu dinilai sia-sia. Penyebabnya, tidak maksimalnya perencanaan, sehingga fasilitas itu tidak memiliki daya tarik bagi masyarakat dan pelaku IKM.

”Kalau tidak ada daya tarik, ya sepi kayak gini. Pujasera tutup. Mau jualan gimana, orang sepi gini. Mau dijadikan rest area, tapi fasilitasnya tidak mendukung. Jadi tempat produksi, kurang peminat, serba nanggung,” ujar Faruk, warga sekitar.

Dia berharap, pemkab tidak hanya fokus dalam membangun infrastruktur. Namun, juga perlu memberikan pendampingan, pelatihan, dan promosi yang tepat sasaran kepada pelaku IKM. Sehingga, infrastruktur yang dibangun bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pelaku IKM Sunggring mengatakan, fasilitas yang pemerintah berikan sudah cukup. Namun, kurang dalam memberikan pendampingan.

”Pelatihan tidak ada. Teman-teman  hanya bisa bertahan sebentar, tidak sampai dua setengah tahun sudah berhenti,” ujarnya. (c1/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Sentra IKM #tidak produktif #Disperinaker #Belum berfungsi #fasilitas