BANGKALAN, RadarMadura.id – Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Bangkalan menjalani penilaian kinerja yang dilakukan Pemprov Jatim Selasa (10/6). Penilaian yang melibatkan lintas sektor itu digelar secara daring.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan Sudiyo mengatakan, penilaian kinerja TPPPS rutin dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya, untuk mengevaluasi kerja-kerja dalam PPPS selama 2024.
Penilaian itu dihadiri semua stakeholder. Termasuk 14 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan. ”Alhamdulillah, proses penilaian berjalan dengan lancar,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok tersebut.
Secara umum, langkah-langkah konkret yang dilakukan tim PPPS diapresiasi. Meski, saat ini prevalensi Bangkalan cenderung meningkat. Yakni, dari 10,2 persen di 2023 naik menjadi 17,7 persen di periode 2024.
”Kondisi tersebut tidak menurunkan semangat teman-teman (tim TPPS) untuk bekerja lebih optimal lagi,” tegasnya.
Dijelaskan, tim PPPS akan terus memaksimalkan delapan aksi konvergensi dalam pengentasan stunting di Kota Salak. Mulai dari analisis situasi, rencana kegiatan, dan rembuk stunting. Kemudian, aksi regulasi tentang stunting, pembinaan unsur pelaku, sistem manajemen data, cakupan sasaran dan publikasi data, serta review kerja.
”Aksi konvergensi ini merupakan langkah-langkah nyata dalam pengentasan stunting,” sambung mantan Kadinkes Bangkalan itu.
Sementara itu, Ketua Tim PPPS Bangkalan Irman Gunadi mengutarakan, langkah-langkah yang dilakukan untuk menekan angka stunting telah dipaparkan. Termasuk dukungan organisasi kemasyarakatan dalam menurunkan stunting.
Dia telah mencatat masukan yang disampaikan tim penilai dari Pemprov Jatim. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi bersama tim PPPS untuk menindaklanjuti semua rekomendasi yang diberikan tim penilai dari pemprov.
”Insyaallah pekan ini juga kita akan segera rapat dengan tim (PPPS) untuk menyatukan persepsi tentang langkah-langkah yang akan dilakukan. Sehingga, penanganan stunting ini bisa lebih terukur dan terarah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekkab Bangkalan itu. (jup/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti