BANGKALAN, RadarMadura.id – Untuk menekan angka kemiskinan di Kota Zikir dan Salawat, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sederet bantuan sosial (bansos) di Pendopo Agung Bangkalan Jumat (23/5).
Bansos tersebut disalurkan kepada kaum difabel, lansia, penerima kewirausahaan inklusif produktif (KIP), putri jawara, penerima program PKH plus, dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bansos tersebut juga disalurkan ke kabupaten/kota lain yang ada di Jatim.
”Ada beberapa bantuan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Misalnya untuk bantuan asistensi bagi penyandang disabilitas, biasanya didistribusikan setiap triwulan,” ujarnya.
Menurut dia, Pemprov Jatim juga memberikan bantuan kepada putri jawara. Mereka merupakan single parent yang memiliki keluarga atau anak penyandang disabilitas yang terindikasi stunting.
Juga bantuan bagi lansia yang rentan dan tidak menerima bansos apa pun. ”Semoga (program pemprov) bisa bersinergi dengan program-program yang ada di Kabupaten Bangkalan,” ucapnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu mengeklaim, angka penurunan kemiskinan ekstrem tahun ini patut diapresiasi.
Sebab, cukup signifikan berada di angka 0,66 persen dibanding tahun 2024 sebesar 4,4 persen. ”Sementara untuk kemiskinan reguler masih terus diupayakan,” tegasnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menambahkan, penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Salak menjadi salah satu atensi khusus Pemkab Bangkalan.
Karena itu, pemkab membentuk program pemberdayaan yang bisa mengentaskan kemiskinan secara komprehensif. ”Langkah ini kami ambil untuk memutus rantai kemiskinan di Bangkalan,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti