BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Bangkalan tahun anggaran 2025 berkurang dibandingkan 2024.
Lokasi pemasangannya juga lebih sedikit. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan beralasan keterbatasan anggaran.
Kepala Dishub Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid menyatakan, anggaran pengadaan PJU tahun ini hanya Rp 75 juta.
Dana tersebut diproyeksikan untuk pengadaan PJU di ruas kabupaten di Desa Kanegarah, Kecamatan Konang.
Sedangkan tahun lalu program yang sama dianggarkan Rp 190 juta yang dipasang di dua titik. Yakni, di wilayah Kecamatan Sepulu dan Klampis.
”Sementara sekarang peningkatan hanya di satu titik lokasi karena terkendala anggaran,” ujarnya.
Pria yang biasa disapa Oon itu mengungkapkan, upaya peningkatan fasilitas umum tersebut tidak sesuai dengan rencana awal.
Sebab, beberapa program yang dapat mendukung PJU tidak bisa diwujudkan karena keterbatasan anggaran.
Misalnya, pengadaan kendaraan skylift. Karena itu, pemeliharaan PJU harus dilakukan dengan sarana dan prasarana seadanya.
”Kami hanya memaksimalkan yang ada karena pengadaan tidak memungkinkan,” ucapnya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhur Rosi memaklumi pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk peningkatan PJU.
Sebab, adanya kebijakan efisiensi anggaran mengharuskan pemerintah memprioritaskan pekerjaan yang urgen.
”Alternatifnya, dishub harus memaksimalkan perawatan PJU yang ada,” ucapnya.
Pihaknya juga sudah meminta camat di Bangkalan aktif melaporkan lampu PJU yang bermasalah agar bisa ditindaklanjuti oleh dishub.
Sementara untuk penambahan fasilitas PJU baru, diperlukan peran serta pemerintah desa.
”Jangan hanya menunggu anggaran dari pemerintah,” tandasnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia