Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Demo Ricuh, Tiga Demonstran Pingsan, Penanganan Perkara Kiriminal Dinilai Lamban

Ina Herdiyana • Minggu, 4 Mei 2025 | 00:50 WIB
RICUH: Massa aksi dibopong rekannya setelah mendapat tindakan represi dari petugas keamanan di depan Mapolres Bangkalan, Rabu (30/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
RICUH: Massa aksi dibopong rekannya setelah mendapat tindakan represi dari petugas keamanan di depan Mapolres Bangkalan, Rabu (30/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan unjuk rasa (unras) di depan Mapolres Bangkalan Rabu (30/4).

Mereka mengkritik kinerja Korps Bhayangkara yang dinilai lamban menangani kasus kriminal.

Aksi yang dikawal ketat pihak keamanan tersebut berlangsung ricuh. Tiga demonstran harus dilarikan ke fasilitas kesehatan (faskes) karena pingsan setelah terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian.

Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan Kresna Bayu menyatakan, demo tersebut merupakan respons terhadap lambannya penanganan kasus kriminal.

Banyak kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pembegalan yang hingga saat ini pelakunya belum terungkap. ”Bahkan, kasus dari 2022 hingga sekarang belum terungkap,” ujarnya.

Akhir-akhir ini, kasus kriminal di Bangkalan makin meningkat. Bahkan, membuat masyarakat dan mahasiswa resah. Kondisi itu terjadi karena polisi gagal dan tidak becus mewujudkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Selama ini, polisi hanya kerap melaksanakan patrol untuk mencegah terjadinya tindak kriminal. Namun, upaya itu terkesan formalitas. Sebab, setelah berfoto, biasanya langsung pulang. ”Kami ingin polisi hadir dengan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Kresna menyayangkan aksi yang dilakukan direspons secara berlebihan dari pihak keamanan. Akibatnya, aksi yang awalnya berjalan kondisif tiba-tiba mendadak ricuh. Bahkan mengakibatkan tiga anggotanya harus mendapat perawatan medis.

Dia mendesak Kapolres Bangkalan bertanggung jawab atas tindakan anarkis yang diduga dilakukan anggotanya terhadap massa aksi. ”Juga meminta Kapolres meminta maaf kepada keluarga korban secara langsung,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono menerima aspirasi yang disampaikan massa.

Dia mengeklaim sudah berupaya menekan terjadinya tindak kriminal di wilayah hukum Kota Salak. ”Kami mengapresiasi dan kami akan mengabulkan semua tuntutan mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Pengelolaan Parkir Pasar di Bangkalan Amburadul, 28 Pasar Tak Setor Retribusi

Perwira dengan pangkat dua melati emas di pundaknya itu mengeklaim pengamanan demonstrasi yang berujung ricuh tersebut sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Insiden chaos tidak terhindarkan karena massa berusaha menerobos blokade polisi.

”Kami tadi di dalam ada upaya perdamaian mengenai kejadian di Kecamatan Geger. Kami tidak mempermasalahkan maskipun ada fasilitas rusak. Namun ketika masa aksi memaksa masuk, maka menjadi tanggung jawab saya. Apa jadinya jika polres diacak-acak oleh massa aksi,” katanya. (din/jup)

 

Editor : Ina Herdiyana
#kriminal #Lamban #polres bangkalan #penanganan perkara #demonstran #demo