BANGKALAN, RadarMadura.id – Tak ada lahan kosong bagi orang yang selalu berpikir produktif.
Lahan itu akan dimanfaatkan agar menjadi produktif dan menjadi sumber penghasilan. Karakter orang seperti ini juga akan berpikir ke depan.
Mengembangkan tanaman hortikultura dengan memanfaatkan lahan samping rumah menjadi satu cara untuk menikmati hidup di hari tua.
Hal itu yang dilakukan Slamet Subari. Dia berinisiatif menanam melon menjelang pensiun sebagai dosen fakultas pertanian di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
”Saya sekitar dua tahun lagi sudah purnatugas sebagai dosen di UTM,” katanya Jumat (11/4).
Kegiatan budi daya melon tersebut dilakukan agar ketika menikmati masa pensiun nanti bisa tetap produktif.
Selain itu, tanaman melon juga menjadi investasi panjang. Dari kebun melon itu dia bisa meraup penghasilan yang sangat menjanjikan.
”Melon merupakan jenis tanaman hortikultura yang memiliki usia yang pendek dan cepat panen,” paparnya.
Slamet mengembangkan tanaman melon dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah yang berada pinggir Jalan Kamal–Kalianget, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan. Hingga saat ini sudah panen kali ketiga.
”Saya tanam melon kisaran enam bulan. Selain melon, saya juga kembangkan tanaman lain untuk jangka panjang, seperti buah alpukat dan lainnya,” ungkapnya.
Menurut Slamet, budi daya melon tidak membutuhkan waktu lama untuk panen.
Mulai tanam hanya membutuhkan waktu dua bulan sudah bisa menikmati buah. ”Mulai dari tahap tanaman membutuhkan waktu 60 hari,” katanya.
Saat ini Slamet memiliki 3.100 pohon melon. Ribuan pohon itu tumbuh di atas dua lahan. Pendapatan setiap panen cukup besar. Nilainya, mencapai Rp 65 juta.
”Saya sudah panen ketiga kalinya. Setiap panen, satu lahan ada 1.800 pohon bisa mendapatkan Rp 35 juta. Lahan satunya dengan 1.300 pohon bisa omzet Rp 30 juta,” ungkapnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti