BANGKALAN, RadarMadura.id – Bencana banjir masih mengancam di sejumlah wilayah Jawa Timur. Termasuk di Kabupaten Bangkalan. Normalisasi sungai menjadi salah satu antisipasi agar bencana tersebut tidak terulang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melakukan kegiatan pengerukan sungai. Termasuk sungai sepanjang 5,93 kilometer di wilayah Kecamatan Burneh, Bangkalan. Pengerukan sungai tersebut untuk mengantisipasi banjir.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan, kegiatan pengerukan sungai dimulai Rabu (16/4) dari hulu di Kelurahan Tunjung hingga daerah Junok. Pengerukan dimulai area Tunjung hingga wilayah Perumahan Pondok Halim 2 Bangkalan.
Pengerukan sungai tersebut merupakan kegiatan Pemprov Jatim. Lukman berharap normalisasi itu dapat mengatasi banjir dan membantu penyediaan penyaluran air ke area pertanian.
”Harapannya, kegiatan ini bisa membantu peningkatan swasembada pangan,” paparnya.
Selain sungai di wilayah Tunjung, pemkab juga akan melakukan pengerukan di beberapa sungai. Sebab, ada beberapa sungai yang sudah puluhan tahun belum dinormalisasi.
Lukman mengungkapkan, semua sungai di Bangkalan menjadi wewenang Pemprov Jatim. Pihaknya berupaya melakukan koordinasi untuk melakukan pengerukan.
Nanti akan ada empat sungai yang akan dilakukan normalisasi. ”Panjang sungai yang dilakukan pengerukan saat ini ada 5,93 km,” ujarnya.
Kabid Sungai, Waduk, dan Pantai, Dinas PU Sumber Daya Air Jatim Mohammad Waziruddin menyampaikan, normalisasi tersebut dilakukan untuk mitigasi banjir. J
uga untuk mendukung peningkatan swasembeda pangan di setiap kabupaten. ”Setelah dilakukan normalisasi, tentu aliran air semakin lancar dan bisa memberikan perairan di sawah,” paparnya.
Baca Juga: Kajian Rute Baru Diurungkan, Dishub Kandangkan Armada Bus Trans Bangkalan
Pihaknya menyediakan dua ekskavator untuk mengeruk sungai di Bangkalan. Pengerjaan normalisasi ditarget selesai dalam jangka waktu dua bulan.
”Kami rencanakan dalam jangka waktu satu bulan hingga dua bulan akan diselesaikan,” katanya.
Wazir mengungkapkan, masih ada tujuh titik sungai di Bangkalan yang perlu dinormalisasi. Beberapa sungai sudah dilakukan normalisasi sejak tahun sebelumnya.
”Di 2024 kami sudah melakukan di wilayah Arosbaya, Blega, dan di Bangkalan,” katanya.
Kegiatan normalisasi ini bukan hanya di Bangkalan. Pemprov melakukan kegiatan normalisasi secara bersamaan hampir di seluruh Jatim.
Seperti Bojonegoro, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Lumajang, Jombang, dan beberapa daerah lain.
”Biasanya kegiatan normalisasi sungai dilakukan dua tahun sekali karena ketika sudah dua tahun, sedimentasi sungai naik kembali,” terangnya. (din/luq)
Editor : Achmad Andrian F