BANGKALAN, RadarMadura.id – Bangkalan bukan hanya kota salak dan bebek. Kabupaten ujung barat Pulau Madura ini juga terkenal dengan tajin sobihnya.
Usaha kuliner yang satu ini menjanjikan karena bisa mempertebal isi kantong.
Salah seorang penjual tajin sobih Kholilah, warga Kelurahan Pajagan, Bangkalan. Dia menjual bubur dari Desa Sobih, Kecamatan Burneh, itu sudah tiga tahun.
”Saya jualan menggantikan mertua saya yang berasal dari Desa Sobih,” paparnya.
Dia menuturkan, jualan tajin sobih sudah menjadi usaha sesepuh mulai dulu.
Saat ini hanya melanjutkan usaha sesepuh. ”Mulai dari harga Rp 1.000 keluarga mertua sudah jualan,” katanya.
Perempuan yang biasa disapa Lilah itu menjelaskan, tajin sobih sangat digemari oleh masyarakat. Tak terkecuali pada musim Lebaran.
Sebab, banyak masyarakat yang sedang mudik yang mencari jajanan khas daerah. Permintaan yang meningkat menuntut Lilah menambah produksi.
Tajin sobih memiliki ciri khas sendiri. Dengan rasa manis gurih, tekstur lembut, dan bungkus daun pisang.
”Kalau hari-hari biasanya saya bisa dapat Rp 250 ribu. Kalau suasana Lebaran bisa hingga Rp 400 ribu,” terang perempuan usia 32 tahun itu.
Ibu tiga anak itu biasanya menjual tajin sobih pukul 06.30–11.00 di pinggir Jalan Trunojoyo. Satu porsi hanya Rp 5.000.
”Kami juga menyediakan beberapa varian tambahan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada cenil, lopes, dan beberapa jenis lainnya,” pungkasnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti