BANGKALAN, RadarMadura.id – Haul akbar satu abad Syaikhona Muhammad Kholil di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan, dilaksanakan Jumat (11/4). Berbagai persiapan sudah dirampungkan panitia penyelenggara.
”Persiapannya tinggal finishing saja,” ujar humas panitia penyelenggara haul Anshorulloh Faruq Jumat (10/4).
Rekayasa lalu lintas (lalin) saat penyelenggaraan haul sudah diatur. Masuknya peserta tamu undangan ke lokasi haul juga sudah ditentukan. Harapannya, acara yang dipersiapkan secara matang itu bisa berlangsung lancar.
Pria yang biasa disapa Ra Arul itu memaparkan, haul akbar akan dilaksanakan setelah salat isya di Masjid Syaikhona Muhammad Kholil.
Kegitan itu tidak akan mengganggu wisatawan dari luar kota yang biasanya berziarah di dalam masjid.
Sebab, panitia sudah menyiapkan tempat khusus untuk peziarah. Yakni, mendirikan tenda berukuran jumbo di sisi utara Masjid Syaikhona Muhammad Kholil.
”Peziarah tur biasanya dikejar waktu. Dengan demikian, kami menyiapkan tempat tersendiri bagi peziarah,” imbuhnya.
Namun apabila peziarah juga ingin mengikuti acara haul bisa langsung bergabung dengan peserta lain di dalam masjid. ”Kami justru senang jika peziarah juga mengikuti haul akbar,” kata Ra Raul.
Salah seorang tamu undangan yang dipastikan hadir dalam haul akbar adalah KH Ma’ruf Amin, mantan wakil presiden RI. Pasukan pengamanan presiden (paspampres) sudah menyurvie lokasi kegiatan Jumat (10/4).
”Invoice tiket pesawat untuk KH Ma’ruf Amin serta penginapannya sudah ada,” imbuhnya.
Setelah haul akbar, kegiatan akan dilanjutkan dengan launching kitab Ta’lim As Shibyan. Kitab karangan Syaikhona Muhammad Kholil itu dapat dijadikan panduan dalam mendidik generasi penerus masa depan.
Panitia penyelenggara haul akbar juga akan melaksanakan seminar Syaikhona Muhammad Kholil dengan menghadirkan dua pemateri. Yakni, Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustifa dan sejarawan Fauzan Alfaz.
Namun, seminar yang akan digelar setelah salat Jumat itu dilaksanakan dengan peserta terbatas. Yakni, sekitar 300 peserta yang berasal dari akademikus. ”Mulai dari dosen, rektor, hingga guru besar,” katanya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana