BANGKALAN, Radarmadura.id - Pondok Pesantren (PP) Al Ibrohimy menggelar Haul Masyayikh dan Reuni Akbar Ikatan Alumni Al Ibrohimy (ILMY) ke-13 di halaman pondok pesantren putra, 4 Syawal 1446 H (3/4).
Acara tersebut dihadiri oleh ratusan alumni serta simpatisan dari berbagai daerah.
Kegiatan itu menjadi ajang silaturahmi, mengenang jasa para pendahulu, serta memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai keilmuan dan kebersamaan.
Pembacaan sholawat Burdah sebagai pra-acara, menjadikan suasana religius dan penuh khidmat.
Setelah itu, dilanjutkan dengan agenda utama, yakni haul dengan tujuan untuk mengenang dan mendoakan para ulama yang telah berjasa dalam membangun serta mengembangkan Pondok Pesantren Al Ibrohimy.
Haul merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang telah mendedikasikan hidupnya dalam dunia pendidikan Islam.
Ketua Panitia Ustadz Saidi, S.Pd.I menyampaikan bahwa ILMY merupakan wadah yang inklusif bagi seluruh individu yang pernah menimba ilmu di Al Ibrohimy, baik di tingkat TK, MI, MTs, MA, hingga STITAL.
"ikatan alumni ini bukan hanya sekadar organisasi, tetapi juga rumah besar bagi siapa saja yang pernah menjadi bagian dari lembaga pendidikan ini," katanya.
Selain itu Ketua ILMY, Ustadz Masykur Hasyim, S.Pd.I., M.M, dalam sambutannya menekankan bahwa reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan sebuah pengingat akan peran guru dalam membentuk kepribadian para alumni.
Pihaknya mengajak semua yang hadir untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh para pendidik.
"Marilah kita jadikan momentum silaturahmi ini sebagai kesempatan memperluas jaringan yang bermanfaat di berbagai bidang," tambahnya.
Perwakilan keluarga PP Al Ibrohimy, Gus Ibrohim Muchlis, S.Th.I., M.Ag, sangat mengapresiasi dengan antusias para alumni dalam menyukseskan acara ini, baik secara moril maupun materiil.
Ia juga menyampaikan pesan dari almaghfurlah KH. Bahri Asyiq bahwa pentingnya pemanfaatan dana haul untuk pengembangan yayasan dan pondok pesantren.
"Kami berharap dana haul ini bermanfaat untuk yayasan dan pondok pesantren," katanya.
Ia berharap, para alumni tidak hanya menjadikan acara ini sebagai ajang nostalgia, tetapi juga sebagai wahana penguatan kontribusi bagi pondok pesantren serta sebagai inspirasi bagi generasi mendatang dalam menjaga nilai-nilai pendidikan Islam yang luhur.
Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Dr. KH. Nur Fauzi Palestin, S.Hum., M.Ag. Ia membahas tentang urgensi haul dan reuni dalam perspektif syariah.
Menurutnya meskipun terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai penyelenggaraan haul, kegiatan ini memiliki nilai positif dalam memperkuat iman serta menjaga hubungan antar sesama dalam bingkai ukhuwah islamiyah.
"Yang paling terpenting adalah sejalan dengan semangat Islam dalam menjaga persaudaraan dan mengenang jasa para ulama," pesannya. (VIC)
Editor : Amin Basiri