BANGKALAN, RadarMadura.id – Proyek pembangunan gedung perawatan dan parkir RSUD Syamrabu ditender.
Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas rumah sakit pelat merah tersebut mencapai Rp 65 miliar.
Dana jumbo itu menarik minat puluhan rekanan untuk menjadi pelaksana proyek yang bersumber dari dana badan layanan umum daerah (BLUD) tersebut.
Buktinya, hingga pukul 14.56 Senin (24/3), ada 21 perusahaan konstruksi yang mengunduh dokumen pemilihan lelang proyek itu.
Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat menyatakan, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan prasarana penunjang pelayanan cukup besar.
Sebab, ada dua kegiatan dalam satu paket proyek. Yakni, pembangunan gedung perawatan dan parkir kendaraan. ”Setiap gedung terdiri atas lima lantai,” ujarnya Senin (24/3).
Pembangunan fasilitas penunjang layanan kesehatan tersebut menjadi kegiatan fisik pertama di tahun anggaran 2025.
Tender dipercepat karena jenis kegiatannya besar dan dilakukan di dua lokasi. Harapannya, bisa tepat waktu dan tidak molor.
”Pembangunan itu butuh effort yang lebih besar karena dua lokasi. Jadi, kami berharap mulai April pengerjaan bisa berjalan,” ujarnya.
Farhat memaparkan, pembangunan gedung perawatan dan parkir sangat urgen.
Sebab, ketersediaan lahan parkir kerap dikeluhkan masyarakat dengan membeludaknya jumlah pengunjung rumah sakit.
Sementara pembangunan gedung lima lantai bertujuan untuk pemenuhan sistem kelas rawat inap standar (KRIS).
Sebab, kebijakan itu harus diberlakukan mulai pertengahan tahun ini. Saat ini layanan KRIS baru diterapkan di gedung lima lantai yang dibangun tahun anggaran 2024.
”Harapannya, di 2026 kita terapkan KRIS secara total. Selain itu, untuk mengurai penumpukan pasien di poli,” sambung dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin itu.
Dana Rp 65 miliar yang digelontorkan paling banyak untuk pembangunan gedung perawatan.
Sebab, yang diproyeksikan untuk pembangunan gedung parkir kendaraan hanya sekitar Rp 19–Rp 20 miliar. Sementara sisanya untuk pembangunan gedung perawatan.
”Nanti juga akan dibangun jalan penghubung gedung yang dibangun tahun ini dengan yang dibangun 2024. Dengan begitu, mobilitas lebih mudah,” kata Farhat.
Anggota Komisi IV DPRD Bangkalan Suyitno meminta lelang pembangunan gedung perawatan dan parkir di unit layanan pengadaan (ULP) barang dan jasa dilakukan secara fair.
Juga mempertimbangkan profesionalitas dari setiap rekanan. Apalagi, anggaran proyek itu sangat besar.
Item pengerjaan proyek pembangunan gedung perawatan dan parkir kendaraan juga tidak sedikit.
”Pembangunannya harus tepat waktu dan mutu. Dengan begitu, bisa memberikan dampak maksimal untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan,” katanya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia