Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Angin Puyuh Hajar Puluhan Atap Rumah Warga, BPBD Bangkalan: Perkiraan BMKG, Cuaca Ekstrem hingga Akhir Maret

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 21 Maret 2025 | 15:35 WIB
GERIMIS: Warga membantu memperbaiki salah satu atap rumah yang rusak akibat angin puyuh di Kelurahan Kraton, Bangkalan, Rabu (19/3). (IMAMUDIN/JPRM)
GERIMIS: Warga membantu memperbaiki salah satu atap rumah yang rusak akibat angin puyuh di Kelurahan Kraton, Bangkalan, Rabu (19/3). (IMAMUDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga harus lebih waspada dengan potensi bencana alam. Salah satunya angin puyuh.

Di Bangkalan, angin ribut tersebut mengacak-acak sedikitnya 50 atap rumah penduduk pada Rabu (19/3).

Puluhan rumah yang disapu angin puyuh tersebut tersebar di empat kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Bangkalan.

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasar catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, dalam satu pekan terakhir, angin puyuh menyapu rumah warga yang ada tiga kecamatan.

Natni, warga Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota Bangkalan, mengatakan, angin ribut terjadi sekitar pukul 16.00.

Akibat terjangan angin puyuh, rumahnya rusak. ”Waktu kejadian, saya, istri, dan anak berada di rumah. Kami berlindung di pojok ruang tamu,” ceritanya.

Plt Kalaksa BPBD Bangkalan Rizal Mardiansyah menyatakan, angin kencang menyasar empat kelurahan di Kecamatan Kota Bangkalan.

Perinciannya, Kelurahan Kraton, Bancaran, Pejagan, dan Tunjung.

”Selain rumah, angin puyuh juga merusak fasilitas yang ada di sekolah dan rumah sakit. Berdasar laporan RT dan RW, ada 50 rumah yang mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pengecekan karena khawatir ada rumah yang belum terdata,” katanya.

Dijelaskan, saat ini institusinya memberikan bantuan sementara berupa terpal.

Sebab, Sebagian besar rumah warga tidak beratap pasca disapu angin puyuh.

”Kami hari ini melakukan asesmen ke lokasi. Tujuannya, untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan korban,” paparnya.

Rizal mengungkapkan, selain kawasan kota, dalam satu minggu terakhir angin puyuh mengamuk di tiga kecamatan.

Yakni Kecamatan Kamal, Modung, dan Burneh. ”Saat ini saya sedang dalam perjalanan ke Kamal untuk meninjau korban angin puyuh,” ungkapnya.

Ditambahkan, saat ini intensitas hujan masih tinggi dan embusan angin cukup kencang.

Jika merujuk perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem akan tetap terjadi di wilayah Jawa Timur hingga akhir Maret.

”Masyarakat tetap waspada dan terus memantau keadaan di aplikasi Weather Observation and Forecast Integrated (WOFI),” pungkasnya. (din/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#disapu angin #bencana alam #Angin Puyuh #bmkg #angin ribut #WOFI #bpbd #kelurahan