BANGKALAN, RadarMadura.id – Tajin lemak salah satu kuliner khas Bangkalan. Makanan serumpun dengan bubur tersebut memiliki ciri khas tersendiri.
Selain rasanya beda, juga hanya dijual ketika bulan suci Ramadan.
Suniah salah satu warga Kelurahan Kraton, Bangkalan, mengaku hanya menjual tajin lemak setiap bulan puasa.
”Tajin lemak dibuat ketika bulan puasa dan hanya dijual pada bulan puasa,” paparnya.
Menurutnya, setiap bulan puasa banyak warga yang membuat tajin lemak. Bahkan, ada yang menjualnya.
”Tapi, yang jual tajin lemak di Kelurahan Kraton saat Ramadan hanya saya,” terang perempuan usia 63 tahun tersebut.
Tajin lemak terasa lezat karena bumbunya diracik secara tradisional. Pembuatan tajin lemak membutuhkan waktu selama dua jam.
Meski sudah matang, tajin lemak tidak bisa langsung disajikan. ”Tapi, harus didiamkan dulu hingga tidak terasa hangat,” ungkapnya.
Selama Ramadan, Suniah menjual tajin lemak dengan dua varian topping. Yakni, topping mi dan acar timun.
”Saya berjualan setiap hari, mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.00,” paparnya.
Ditambahkan, setiap hari memproduksi 50 porsi tajin lemak. Harga seporsi dibanderol Rp 7.000.
”Saya belajar membuat tajin lemak dari orang tua. Bumbu yang digunakan warisan leluhur dan sudah turun-temurun,” pungkasnya. (din/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News