Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ukuran Alpukat Markus Lebih Jumbo, Jenis Miki Setahun Bisa Panen Berkali-kali

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 16 Maret 2025 | 13:15 WIB
LEBIH JUMBO: Rusyidi, pemilik kebun alpukat di Desa Kampak, Kecamatan Geger, Bangkalan, menunjukkan buah alpukat jenis markus, Jumat (24/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
LEBIH JUMBO: Rusyidi, pemilik kebun alpukat di Desa Kampak, Kecamatan Geger, Bangkalan, menunjukkan buah alpukat jenis markus, Jumat (24/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Tahun 2016 Rusyidi mencoba peruntungan menanam pohon alpukat di kebun yang ada di dekat rumahnya.

Tepatnya di Desa Kampak, Kecamatan Geger. Alasannya, saat itu warga yang menanam pohon alpukat masih minim.

Kondisi tanah di kebun Rusyidi menunjang untuk ditanami pohon alpukat. Saat itu, dia menanam puluhan jenis pohon alpukat.

Harapannya, pohon yang ditanam bisa berbuah dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Saat ini, terdapat 50 batang pohon alpukat tumbuh di kebun belakang rumah Rusyidi. Dia menanam pohon alpukat tersebut secara otodidak.

”Pengetahuan saya merawat pohon alpukat masih terbatas,” katanya.

Dijelaskan, anggaran yang dikeluarkan untuk membeli 50 batang pohon alpukat saat itu kurang lebih Rp 1.750.000.

Saat itu, satu batang pohon alpukat dibeli seharga Rp 35 ribu.

Harga tersebut terbilang murah untuk jenis alpukat yang berkualitas, seperti miki dan jenis markus.

Rusyidi menuturkan, untuk memetik buah alpukat, dia harus menunggu 4–5 tahun.

Alpukat jenis markus.
Alpukat jenis markus.

Sebelum memanen alpukat jenis miki, markus, dan hass, dia harus merawat pohon alpukat agar buahnya berkualitas.

Rusyidi sudah tiga kali memanen miki. Untuk jenis lainnya baru dua kali panen,” ujarnya.

Rusyidi menambahkan, alpukat yang ditanamnya memiliki ciri khas. Contohnya, alpukat jenis miki berbuah tidak mengenal musim.

Artinya, setelah buah dipanen bisa berbuah lagi tanpa harus menunggu setahun. Khusus alpukat jenis lainnya hanya berbuah sekali dalam setahun.

Ditambahkan, dari segi ukuran, alpukat markus juaranya. Ukurannya rata-rata 1 kilogram dan ada yang mencapai 2 kilogram.

Sementara untuk alpukat jenis miki masih tetap menjadi primadona. Sebab, dagingnya sedap dan lebih empuk.

”Saat ini untuk yang jenis miki dan red vietnam seharga Rp 25 ribu per kilogram,” sambungnya.

Bagi Rusyidi, perawatan pohon alpukat juga terbilang sangat mudah dan hanya menggunakan kotoran ayam dengan NPK mutiara.

Pohon alpukat juga aman dari hama. Buah alpukat aman dikonsumsi.

”Hanya lalat saja yang perlu dihindari, kalau tidak dibungkus, biasanya cepat membusuk,” tandasnya. (za/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#red vietnam #hass #Desa Kampak #Menanam #markus #jenis #miki #otodidak #ditanam #Kecamatan Geger #alpukat