Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Bangkalan Bermula dari Panti Asuhan

Achmad Andrian F • Kamis, 13 Maret 2025 | 17:56 WIB
FOKUS: Santri sedang murojaah di musala Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Socah, Bangkalan, Sabtu (8/3). (IMAMUDIN/JPRM)
FOKUS: Santri sedang murojaah di musala Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Socah, Bangkalan, Sabtu (8/3). (IMAMUDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah merupakan pesantren yang masih muda di Bangkalan.

Pesantren yang berdiri di Jalan Pangllima Sudirman, Desa Socah, Kecamatan Socah, ini didirikan pada tahun 2000.

Pesantren ini dirintis oleh tiga orang ustad. Yakni, Ustad Saniman, Ustad Dahruji, dan Ustad Zaini. Awalnya, pesantren tersebut berupa panti asuhan Yayasan Ibnu Sabil yang hanya menerima anak yatim.

Pada 2018, Yayasan Ibnu Sabil mengembangkan lembaga dengan mendirikan Pondok Pesantren Darul Hijjah.

Pesantren ini hanya membimbing tahfiz siswa jenjang SMP. Sebab, program unggulannya adalah menghafal Al-Qur’an 15 juz dalam tiga tahun.

”Awalnya hanya berbentuk panti asuhan untuk anak yatim piatu,” kata Pengasuh Darul Hijjah Hidayatullah Bangkalan Mohammad Johan Al Farisi, Sabtu (8/3).

MENGAYOMI: Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Bangkalan Mohammad Johan Al Farisi. (IMAMUDIN/JPRM)
MENGAYOMI: Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Bangkalan Mohammad Johan Al Farisi. (IMAMUDIN/JPRM)

Pesantren tersebut tetap berdiri di bawah Yayasan Ibnu Sabil. Menurutnya, pesantren tersebut berbeda dengan lembaga pendidikan modern lainnya. Sebab, pengasuh pesantren bukan turunan pengasuh sebelumnya.

Dia menjelaskan, yayasan memiliki wewenang untuk mengevaluasi kegiatan yang ada di pesantren. Orang yang dipercaya menjadi pengasuh berdasarkan pilihan dari yayasan dan ketua Darul Hijjah.

Tugas pengasuh pesantren adalah mengurus dan menjalankan program di pesantren. ”Jabatan tertinggi adalah ketua yayasan, di bawahnya ada ketua Darul Hijjah, dan terakhir pengasuh,” jelasnya.

Jumlah santri di pesantren tersebut tidak banyak, yakni 26 orang. Semuanya mengikuti program tahfiz Qur’an.

Pihaknya tidak hanya menerima santri yatim piatu. Santri yang berkenan nyantri di lembaganya tetap diterima.

”Santri di sini kebanyakan yatim piatu, tapi ada juga yang bukan,” tukasnya. (din/bil)

Editor : Achmad Andrian F
#bangkalan #pondok pesantren #panti asuhan #socah #pesantren