Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Durian Gas Andalan Geger, Bangkalan Miliki Aromanya Semerbak dan Rasa Daging yang Sedap

Achmad Andrian F • Senin, 24 Februari 2025 | 00:54 WIB
LEGIT: Durian lokal asli Desa Kampak, Kecamatan Geger, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
LEGIT: Durian lokal asli Desa Kampak, Kecamatan Geger, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALANRadarMadura.id – Selain Pamekasan, Bangkalan merupakan daerah penghasil durian di Madura.

Salah satu daerah sentra durian terletak di Desa Kampak, Kecamatan Geger. Desa ini punya buah andalan yang selalu memikat lidah pemburu durian.

Jauh dari pusat kota, Kecamatan Geger punya potensi yang dapat dikembangkan. Salah satunya potensi perkebunan. Di kecamatan ini banyak tumbuh berbagai jenis buah-buahan. Salah satunya durian.

Warga Desa Kampak menyebut durian gas. Durian lokal yang memiliki bau semerbak dan rasa daging yang sedap selalu menjadi incaran pencinta durian. Meski lokal, namun durian yang dihasilkan tidak kalah saing dengan durian luar.

Durian lokal yang dihasilkan di kebun Rusydi di Desa Kampak, Kecamatan Geger, itu tidak kalah berkelas dengan buah durian daerah lain. Karena itu, durian gas selalu menjadi incaran sekitar dan pelanggan setianya.

Selain baunya yang semerbak, durian itu memiliki cita rasa yang sedap dan pulen saat dimakan. Untuk saat ini durian itu paling banyak dicari dan diminati oleh para pencinta durian di daerah Geger.

COMING SOON: Rusydi menunjukkan pohon durian jenis montong yang tidak lama lagi akan berbuah, Jumat (24/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
COMING SOON: Rusydi menunjukkan pohon durian jenis montong yang tidak lama lagi akan berbuah, Jumat (24/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

”Itu dikasih nama gas karena baunya semerbak, kalo gas itu kan menyengat ke mana-mana baunya,” ujarnya Jumat (24/1).

Durian lokal asli Geger itu dibanderol dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 20 ribu untuk jenis durian lokal biasa hingga Rp 80 ribu untuk jenis durian diberi nama durian gas.

Harga durian bergantung pada besar kecilnya durian. Jika lebih besar, maka harganya juga lebih mahal.

Satu batang pohon durian milik Rusydi bisa menghasilkan 30 buah. Dalam sekali panen Rusydi bisa menghasilkan ratusan buah durian. Keuntungan tiap satu batang pohon durian bisa mencapai Rp 500 ribu.

”Ada sekitar 80 batang pohon durian lokal dan beberapa jenis durian, untuk saat ini yang baru berbuah hanya durian lokal,” sambungnya.

Banyak jenis durian yang mulai ditanam di kebun Rusydi. Seperti jenis durian montong, bawor, dan musangking.

Selain itu ada lai dan durian sultan atau D24, durian merah, super tembaga, dan durian jenis duri hitam.

”Ada beberapa jenis durian yang ada di kebun, tapi belum berbuah, mungkin satu atau dua tahun lagi mulai berbuah,” katanya. (za/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#bangkalan #durian #durian gas #geger