BANGKALAN, RadarMadura.id – Nama Moch. Fauzan Ja’far tidak asing di telinga masyarakat Bangkalan. Dia merupakan tokoh kalangan muda di Kota Salak.
Sebelum menduduki kursi wakil Bupati Bangkalan periode 2025–2030, pria kelahiran 1978 itu pernah menduduki beberapa posisi strategis.
Yakni, menjadi ketua KPU Bangkalan dari 2009–2019. Lalu, dipercaya menjadi ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan 2019 hingga sekarang, dan menjadi direktur utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sumber Daya.
Sebelum berkontestasi di Pilkada Serentak 2024, Fauzan terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim). Kariernya di dunia penyelenggara pemilihan umum hingga politik dia mulai dari bawah.
Maklum, Fauzan berasal dari desa dan bukan dari keluarga berada. Namun, dedikasinya dalam menjaga amanah yang diemban mampu mengantarkannya menduduki kursi orang nomor dua di Bangkalan.
Fauzan tercatat menamatkan pendidikan sekolah dasar di SDN Basanah. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan formal di lingkungan pesantren.
MTs dan MA Mambaul Hikam. Selanjutnya, Fauzan tercatat menamatkan studi S-1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sekarang menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya.
Politikus PKB tersebut juga pernah tercatat memperoleh gelar sarjana hukum (SH) dari Universitas Kartini Surabaya.
Sedangkan gelar akademik terakhirnya yang diperoleh yaitu lulusan S-2 magister hukum Univeristas Trunojoyo Madura (UTM).
Fauzan menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat yang memberikan kepercayaan pada Lukman Hakim dan dirinya untuk memimpin Bangkalan ke depan. Pihaknya berkomitmen akan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan maksimal.
”Karena kami berangkat atas dasar pengabdian, maka setelah dilantik, kami akan gaspol bekerja untuk masyrakat,” ujarnya.
Pembangunan yang akan dilaksanakan ke depannya akan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dengan begitu, program yang dilaksanakan pemerintah bisa lebih terukur.
Ada beberapa langkah dan terobosan yang akan dilakukan k edepannya. Yakni, dengan mendorong semua perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan untuk menciptakan inovasi guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.
”Dalam konteks pelayanan, pemerintah akan melakukan upaya jemput bola. Yakni, mendatangi dan mendekati masyarakat untuk memberikan pelayanan. Bukan sebaliknya, masyarakat yang mengejar-ngejar pemerintah demi mendapatkan pelayanan,” katanya. (jup)
Editor : Achmad Andrian F