KOTA, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan berkontribusi dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Yakni, melalui upaya peningkatan infrastruktur jalan.
Kontribusi positif tersebut menjadikan DPUPR Bangkalan sebagai salah satu penerima penghargaan Madura Awards 2024 Jumat (20/12).
Yakni sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) dengan pencapaian infrastruktur sesuai target.
Kepala DPUPR Bangkalan Rizal Mardiansyah menyatakan, penghargaan yang diterima memberikan makna besar bagi OPD yang dipimpin.
Sebab, penghargaan tersebut bisa menjadi motivasi bagi semua pegawai di lembaganya untuk semakin totalitas melakukan pengabdian.
”Khususnya dalam membangun lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Selama 2024, DPUPR Bangkalan melakukan gebrakan dengan memperbaiki puluan kilometer ruas jalan kabupaten yang rusak.
Anggarannya bersumber dari dana dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) ear mark.
Total jalan kabupaten yang berhasil ditangani pemerintah selama 2024 mencapai 33 ruas. Jika diakumulasikan, jumlahnya mencapai 35–45 kilometer. ”Kita memang berharap infrastruktur jalan terpenuhi 75 persen,” ujarnya.
Percepatan pembangunan itu tidak bergantung pada anggaran pemerintah yang minim, tetapi melibatkan peran serta masyarakat.
Terutama pengusaha tambang dan pelaku usaha konstruksi. Dengan demikian, ada beberapa ruas jalan kabupaten yang berhasil diperbaiki. ”Seperti ruas jalan Kwanyar–Modung,” sambungnya.
Langkah itu akan kembali dilakukan tahun anggaran 2025. Apalagi, adanya pembatalan peningkatan 11 ruas jalan kabupaten akibat kebijakan Instruksi Presiden (Inpres) 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Selain itu, pemerintah akan memfokuskan pada pemeliharaan jalan kabupaten dengan cara tambal sulam.
Sebab, yang terjadi saat ini, banyak ruas jalan kabupaten yang berlubang. Tujuannya, meminimalkan terjadinya kecelakaan.
”Masyarakat memang butuhnya hotmix, tapi setidaknya dengan tambal sulam bisa membuat jalan rata dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan,” katanya. (jup)
Editor : Achmad Andrian F