BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran penanganan kebencanaan tidak hanya melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan.
Namun, juga diampu Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahahan Pangan (DP2KP) Bangkalan. Nilainya Rp 100 juta.
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda DP2KP Bangkalan Sri Sudarwati mengakui mendapat kucuran anggaran kebencanaan.
Dana itu diproyeksikan untuk bantuan pangan bagi korban bencana alam yang terjadi di Kota Salak.
”Kami mengusulkan sekitar Rp 500 juta, tapi hanya dialokasikan Rp 100 juta,” ujarnya.
Anggaran yang bersumber dari APBD akan dimanfaatkan untuk pengadaan kebutuhan pokok. Pendistribusiannya bakal dilakukan saat terjadi bencana alam.
Sri menyatakan, dana itu belum direalisasikan sama sekali. Meskipun di awal tahun ini terjadi bencana alam banjir yang sempat menggenangi beberapa kecamatan di Bangkalan.
Yakni, di Kecamatan Arosbaya, Blega, Kokop, Tanah Merah, dan Tragah.
Pihaknya berdalih akan merealisasikan anggaran itu di akhir triwulan pertama nanti. Jenis bantuan yang akan diberikan berupa beras.
”Meskipun sempat terjadi banjir di Arosbaya, kami tidak diberi bantuan, karena biasanya terjadinya banjir di Arosbaya di bulan ketiga,” katanya.
”Karena itu, kami menyediakan anggaran bantuan untuk Maret mendatang,” imbuhnya.
Sri menambahkan, Pemkab Bangkalan belum memiliki lumbung pangan kabupaten.
Sehingga, harus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bantuan pangan bagi korban bencana alam.
”Anggaran itu dari anggota dan diproyeksikan untuk bantuan bencana alam karena kami tidak mempunyai lumbung pangan kabupaten,” jelasnya.
Anggota Komisi II DPRD Bangkalan Abdul Aziz menilai, anggaran bantuan pangan yang melekat di DP2KP relatif kecil.
Bahkan tidak sebanding dengan warga yang sering terdampak bencana. Utamanya bencana banjir yang sering merendam beberapa kecamatan di Bangkalan.
”Realisasi bantuan itu harus tepat sasaran,” tukasnya. (din/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia