BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan tahun ini mendapatkan dana Rp 2,9 miliar untuk tim pendamping keluarga (TPK). Anggaran miliaran tersebut digunakan untuk biaya operasional TPK.
Kabid Ketahanan dan Kesehatan Masyarakat DKBP3A Bangkalan Trisna Hadi Pranata menyampaikan, anggaran untuk program TPK tahun ini Rp 2.941.200.000.
”Nominal anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, biaya operasional naik,” terangnya.
Hadi menambahkan, jumlah anggaran pada tahun sebelumnya sekitar Rp 1,9 miliar. Sedangkan biaya operasional TPK tahun ini Rp 360.000 per kelompok dari sebelumnya yang hanya mencapai Rp 330.000. ”Setiap kelompok terdiri atas tiga orang,” imbuhnya.
Menurut dia, TPK tersebut nantinya memberikan pendampingan kepada calon pengantin, wanita hamil, dan wanita yang telah melahirkan.
”TPK nanti akan mengedukasi dan memberikan pertolongan lanjutan. Khususnya untuk anak stunting,” paparnya.
Dia menjelaskan, setiap desa idealnya memiliki tiga tim. Selanjutnya, setiap tim terdiri atas tiga orang. Perinciannya, bidan, kader KBM, dan kader PKK. Sedangkan jumlah TPK di Bangkalan saat ini 817 tim,” ulasnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua Komisi VI DPRD Bangkalan Rokib meminta dinas terkait melakukan monitoring dan pendampingan.
Dengan begitu, serapan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat. ”Kami berharap pendampingan bagi keluarga bisa dilakukan dengan baik,” harapnya. (din/yan)
Editor : Ina Herdiyana