BANGKALAN, RadarMadura.id – Hujan deras yang mengguyur Bangkalan Selasa (14/1) mengakibatkan puluhan rumah dan fasilitas umum di tiga kecamatan banjir.
Yakni, di Kecamatan Kokop, Tanah Merah, dan Tragah.
Warga Desa Banangka, Kecamatan Burneh, Abu Bakri menyatakan, air mulai menggenangi rumah-rumah warga pukul 03.00 Rabu (15/1).
Ketinggian air di setiap rumah warga variatif. Bahkan, ada yang mencapai 1,5 meter. ”Air mulai surut pukul 09.30, tetapi masih banyak rumah warga yang tergenang,” ujarnya.
Banjir yang terjadi juga berdampak pada fasilitas pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tersendat.
Banjir di desanya kali pertama terjadi tahun lalu. Yakni, saat malam pergantian tahun 2024.
”Pertama terjadi saat malam pergantian tahun. Beberapa akses desa juga tidak bisa dilewati akibat terendam air yang cukup tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SDN Banangka 3 Sujono menyatakan, banjir yang merendam lembaganya merupakan yang pertama. Hampir semua ruangan tergenang.
Akibatnya, banyak siswa yang tidak datang ke sekolah karena rumahnya terendam banjir.
”Ada beberapa wali siswa yang menghubungi kami karena jalan akses ke sini tidak bisa dilewati,” katanya.
Danramil Burneh Koptu Anang Krisdianto menyatakan, banjir terjadi akibat aliran sungai yang meluap karena tidak bisa menampung air kiriman dari wilayah Kecamatan Kokop dan Tanah Merah.
Namun, pihaknya bersyukur banjir itu tidak menelan korban jiwa.
”Alhamdulillah, saat ini air mulai surut, kemungkinan nanti pukul 4 sore (Rabu, 15/1) sudah kembali normal,” katanya.
Camat Burneh Bangkalan Hosun menyatakan, ada dua lokasi yang terendam banjir di daerahnya.
Yakni, Desa Banangka dan Kecamatan Burneh. Ada puluhan rumah warga yang tergenang banjir. ”Kisaran ada 35 rumah yang terendam,” jelasnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Taufiq Efendi menyatakan, banjir yang terjadi tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum.
Namun, juga berdampak pada rusaknya infrastruktur.
”Informasi yang kami dapat di Kecamatan Kokop ada jembatan yang ambruk dan di Kecamatan Tragah ada sekolah yang terendam,” pungkasnya. (din/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia